Setya Novanto Pulang dari RS, Wakil Ketua DPR Kangen Kerja Bareng

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto berbincang dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Taufik Kurniawan (kedua kiri) usai memimpin Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 15 Maret 2017. Rapat Paripurna ini beragendakan mendengar

    Ketua DPR Setya Novanto berbincang dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Taufik Kurniawan (kedua kiri) usai memimpin Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 15 Maret 2017. Rapat Paripurna ini beragendakan mendengar

    TEMPO.CO, Jakarta - Tadi malam, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dikabarkan telah pulang dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Sebelumnya, dia sempat menjalani operasi dan rawat inap selama sepekan di sana.

    Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan merasa senang dengan adanya kabar kepulangan Setya dari rumah sakit. Ia berharap Setya sehat kembali sehingga bisa beraktivitas seperti biasa.

    Baca: KPK Tengah Pertimbangkan Langkah Pasca-Praperadilan Setya Novanto

    "Tentunya, sekali lagi kita berharap (Setya Novanto) tetap sehat walafiat," katanya saat ditemui setelah memimpin sidang paripurna di Gedung Nusantara II, Selasa, 3 Oktober 2017.

    Sebelumnya, Setya mengalami sakit jantung hingga harus dioperasi. Ia sempat dirawat di RS Siloam Semanggi sejak 10 September 2017. Namun kemudian dia dipindahkan ke RS Premier Jatinegara pada 17 September 2017.

    Baca: Humas RS Premier: Setya Novanto Pulang Tadi Malam

    Setya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun dia lepas dari jerat KPK setelah memenangi gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 29 September 2017.

    Sebagai kolega di DPR, Taufik mengatakan turut merasa senang dan berharap Setya bisa kembali bekerja sebagai Ketua DPR. "Kita kangen kepada Pak Ketua DPR untuk bisa bekerja bersama-bersama," ujarnya.

    Selain itu, sebagai Wakil Ketua DPR, Taufik mengatakan tidak bisa melakukan intervensi terhadap kasus yang sebelumnya menjerat Setya, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, tersebut. Taufik meminta semua pihak bisa menghargai putusan praperadilan terkait dengan status tersangka Setya Novanto.

    "Kita hormati Pak Novanto sebagai warga negara yang punya hak sama di bidang hukum. Di sisi lain, kita juga menghormati KPK yang melakukan tugasnya," ucap Taufik, yang juga politikus Partai Amanat Nasional.

    Baca juga: Skor KPK vs Setya Novanto 0:1, Tapi Pertandingan Belum Usai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.