Polisi Mengecek Senjata yang Masih Tertahan di Bandara Soetta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta ketika memberikan keterangan di Mabes Polri, Sabtu (30/9). Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto memastikan jika pembelian senjata yang didatangkan dari Bulgaria itu sesuai sesuai dengan prosedur. ANTARA FOTO

    KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta ketika memberikan keterangan di Mabes Polri, Sabtu (30/9). Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto memastikan jika pembelian senjata yang didatangkan dari Bulgaria itu sesuai sesuai dengan prosedur. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan polisi akan mengecek ratusan senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) beserta pelurunya yang masih ditahan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Senjata itu masih tersimpan di kargo Unex.

    "Pukul 10.00 WIB tadi ada kegiatan di Bandara. Pengecekan senjata," kata Setyo di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 3 Oktober 2017.

    Baca : Eks Kepala Bais: Senjata Polri Ditahan di Bea Cukai itu Lazim

    Namun Setyo belum bersedia berkomentar lebih jauh tentang kondisi senjata atau kapan senjata tersebut keluar. "Masih dicek," ujarnya.

    Selain itu, Setyo tidak mau memberikan penjelasan lebih lebih lanjut mengenai penahanan senjata impor Polri ini. "Saya enggak mau timbulkan polemik baru. Tunggu saja Menkopolhukam sedang menyelesaikan masalah," kata dia.

    Baca : Spesifikasi Senjata Polri yang Disinggung Gatot Nurmantyo

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto rencananya memang akan memanggil pihak-pihak terkait pembelian senjata impor untuk Brimob. Pihak yang diajak rapat adalah Badan Intelijen Negara, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kementerian Pertahanan, PT Pindad, dan Bea Cukai. Namun rapat tersebut dikabarkan batal digelar hari ini.

    Impor senjata dan amunisi dilakukan PT Mustika Duta Mas. Kargo senjata itu tiba dengan pesawat Maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024, Jumat 29 September 2017, pukul 23.30.

    Kargo itu berisi senjata berat berupa 280 pucuk senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 milimeter. Senjata itu dikemas dalam 28 kotak (10 pucuk per kotak) dengan berat total 2.212 kilogram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.