Komnas HAM Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran HAM Asma Dewi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asma Dewi. facebook.com

    Asma Dewi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima pengaduan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) terkait dengan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya terhadap tersangka ujaran kebencian, Asma Dewi. Pengaduan tersebut diterima komisioner Komnas HAM, Ansori Sinungan, di kantor Komnas HAM, Senin, 2 Oktober 2017.

    “Berdasarkan laporan (dari ACTA) keluarganya (Asma Dewi), sulit membesuk. Padahal, status dia sebagai ibu rumah tangga. Dan pemeriksaan baru sekali katanya tidak didampingi kuasa hukum,” ujar Ansori.

    Baca : Keluarga Tak Bisa Jenguk Asma Dewi, ACTA Mengadu ke Komnas HAM

    Menurut Ansori, pelarangan tersebut termasuk pelanggaran HAM. Karena itu, pihaknya akan menanggapi sesuai dengan prosedur yang berlaku di Komnas HAM. “Ya, itu pelanggaran HAM, itu kan sudah diatur dari KUHP. Kita akan tanggapi dari aspek-aspek HAM saja,” katanya.

    Sedangkan Ketua ACTA Krist Ibnu mendesak agar Komnas HAM segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan penyidik tersebut. “Kami mendesak usahakan sampai pekan depan kami sudah mendengar jawaban dari Komnas HAM,” ucapnya.

    Baca : Pengacara: Asma Dewi Ditangkap karena Kritik Rubella dan Daging

    Asma ditangkap atas tuduhan ujaran kebencian pada Jumat, 8 September 2017. Sehari kemudian, ia ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan di rumah tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Selain sebagai tersangka ujaran kebencian, Asma diduga terlibat  Saracen, sindikat ujaran kebencian di media sosial. Penyidik menemukan adanya aliran dana dari Asma Dewi ke rekening bendahara Saracen.

    AHMAD A G. TEHUAYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.