Aktivis?Anti Korupsi?Sumatera Barat Peringati Hari Kesaktian Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, 14 September 2017. ANTARA FOTO

    Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, 14 September 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Padang - Puluhan aktivis anti korupsi di Sumatera Barat menggelar aksi "Hari Kesaktian Setya Novanto" di Tugu Gempa Kota Padang, Senin malam 2 Oktober 2017. Aksi ini merupakan reaksi dari dikabulkannya permohonan praperadilan Setya Novanto.

    Para penggiat anti korupsi dari beberapa lembaga dan perguruan tinggi dan mahasiwa di Sumatera Barat ini menilai Ketua DPR RI itu sakti karena berhasil menghindari beberapa kasus korupsi. "Setya Novanto kembali membuktikan kesaktiannya. Bukan kali ini aja dia tersangkut kasus yang akhirnya berujung bebas dari jerat hukum," ujar Aktivis anti korupsi Fakultas Hukum Universitas Andalas Charles Simabura, Senin 2 Oktober 2017.

    Baca:
    Setya Novanto Menang, Mahasiswa Gelar Aksi ...
    KPK Akan Perpanjang Pencekalan Setya Novanto

    Setya Novanto menang dalam sidang praperadilan. Hakim praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar, mengabulkan gugatan Setya dan membatalkan penetapan tersangka Setya Novanto dalam perkara korupsi pengadaan KTP elektronik.

    Para penggiat korupsi ini mendeklarasikan Hari Kesaktian Setya Novanto. Isinya mendukung KPK untuk menghabisi para koruptor. Mereka juga menolak keberadaan pansus Hak Angket KPK, menuntut dikeluarkannya surat perintah dimulainya penyidikan baru untuk Setya Novanto, dan mendukung KPK selesaikan kasus korupsi e-KTP. Mereka menuntut Komisi Yudisial memeriksa hakim Cepi.

    Dalam aksi ini sejumlah aktivis anti korupsi berorasi dan membaca puisi. Roni Saputra, aktivis anti korupsi dari Lembaga Bantuan Hukum Pers Padang mengatakan hukum di Indonesia kembali tidak berfungsi dengan dikabulkannya praperadilan Setya Novanto. "Ini kali kedua hukum dipermainkan, hukum tak berfungsi," ujar Roni berorasi.

    Baca juga:
    Setya Novanto Jadi Bahan Meme, Ini Tanggapan Golkar
    KPK Pastikan Ada Bukti Baru Penjerat Setya Novanto

    Aktivis anti korupsi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Wendra Yunaldi menilai, putusan praperadilan Cepi menggemparkan dunia hukum. Keputusan itu dinilainya menghina hukum. "Kembali tak percaya dengan hukum di Indonesia. Putusan lelucon yang tak lucu. Banyak akrobat hukum. Ini Penghinaan intelektual bagi sarjana hukum," ujarnya.

    Koordinator Lembaga Anti Korupsi Integritas Arief Paderi mengatakan Setya Novanto begitu sakti. “Tidak ada hukum yang bisa menjeratnya.”

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.