Pengamat: Khofifah Daftar Cagub Lewat Demokrat Manuver Cerdik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 16 Februari 2016. Rapat tersebut membahas perlindungan kepada korban dan pengungsi kelompok Gafatar serta isu terkini terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 16 Februari 2016. Rapat tersebut membahas perlindungan kepada korban dan pengungsi kelompok Gafatar serta isu terkini terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Surabaya – Langkah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendaftar melalui Partai Demokrat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur dinilai pengamat sebagai manuver politik yang cerdik. Khofifah mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur melalui Partai Demokrat pada hari terakhir, Sabtu malam, 30 September 2017.

    “Dengan daftarnya Khofifah ke  Demokrat, itu manuver yang cukup bagus,” kata pengamat politik dari Universitas Airlangga Hari Fitrianto saat dihubungi Tempo, Senin malam, 2 Oktober 2017.

    Hari menuturkan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Khofifah punya elektabilitas tinggi dalam pilgub Jawa Timur. Namun, kedatangan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri ke Surabaya pada 11 September 2017 memberi sinyal bahwa partai berlambang banteng itu bakal mendukung Saifullah.

    Baca: Demokrat: Khofifah Ambil Formulir Pendaftaran Cagub Jawa Timur

    “Megawati disambut Gus Ipul, Tri Rismaharini dan Abdullah Azwar Anas. Itu bahasa simbol yang tegas bahwa PDIP akan dukung Gus Ipul. Karena itu Khofifah harus mengambil langkah kongkrit.”

    Meski PDIP dan PKB merapat ke Saifullah, namun, kata Hari, Khofifah tetap tidak dapat disepelekan. Sebab, Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu  punya relasi yang baik dengan  NasDem dan Golkar. Dua partai itu telah menyatakan mendukung Khofifah.  Namun, Khofifah tetap butuh Partai Demokrat karena Gubernur Soekarwo sebagai Ketua Demokrat Jawa Timur masih memiliki pengaruh yang kuat.

    “Dengan Khofifah bersama  Demokrat,  massa pendukung Pakde Karwo pada pilgub sebelumnya akan lebih cair, lebih leluasa untuk memilih. Tinggal siapa yang dinilai mampu menerjemahkan visi Jawa Timur ke depan,” tutur dia.

    Simak: Khofifah Klaim Kantongi Cukup Dukungan Maju Pilkada Jatim

    Meski telah dua kali takluk dalam pilkada Jawa Timur, Hari melihat tidak ada stigma negatif pada Khofifah. Menurut Hari, masyarakat provinsi ini cukup dewasa menyikapi pilihan Khofifah untuk maju ketiga kalinya. “Sebab logika politik itu tidak linier. Bukan berarti Pakde Karwo dikawal oleh Gus Ipul selama dua periode, lantas dua periode berikutnyan Pakde juga akan mendukung Gus Ipul.”

    Hari menuturkan pintu Saifullah menggandeng Demokrat dinilai sudah tertutup. Sebab dengan dukungan PDIP, kata Hari, sudah dipastikan bahwa partai tersebut bakal mencalonkkan kadernya sebagai wakil gubernur. “Makanya, tinggal bagaimana Demokrat melakukan bargaining posisi wakil gubernur Khofifah nanti dari kader Demokrat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.