Menjelang Tahun Politik, Pemerintah Konsentrasi Benahi Ekonomi

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan arahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta, 24 Juli 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan arahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta, 24 Juli 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan konsentrasi pemerintah saat ini adalah melakukan perbaikan, terutama di bidang ekonomi. Hal ini diungkapkan Pramono terkait dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar para menterinya tidak menimbulkan kegaduhan dan kontroversi.

    "Sekarang ini, konsentrasi pemerintahan bekerja untuk melakukan perbaikan, terutama di bidang ekonomi," kata menteri yang akrab disapa Pram itu setelah mengikuti rapat kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017. Menurutnya, hal yang disampaikan Presiden dalam pengantar rapat sudah cukup jelas dan tidak perlu ditafsirkan lagi.

    Baca juga: Jokowi kepada Menteri: Jangan Bikin Gaduh

    Pramono menjelaskan, fokus perbaikan ekonomi ini sudah memberikan hasil yang bagus. Hal itu terlihat dari peningkatan peringkat ease of doing business ataupun indeks daya saing (index of competitiveness) yang semakin bagus. Begitu juga dengan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan terhadap kementerian dan lembaga, yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian.

    Menurut Pramono, pencapaian itu menjadi dasar yang cukup bagus, sehingga jangan sampai terjadi pro-kontra yang bisa membuat kredibilitas atau kepercayaan terhadap pemerintah terpengaruh. Pram meyakini arahan Presiden agar tidak menciptakan kegaduhan dan kontroversi berpengaruh positif bagi perekonomian.

    Baca juga: Belum Ada Menteri yang Melapor Jokowi Maju Pilkada 2018

    Senada dengan Pram, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Presiden ingin para menteri menghindari isu-isu yang tidak perlu. "Karena itu, kita menghindari isu-isu yang tidak perlu, yang menghabiskan energi kita. Isu yang menyebabkan berselisih, kita hindari," katanya.

    Seperti diketahui, Jokowi meminta para menterinya tidak menimbulkan kegaduhan. "Perlu saya ingatkan bahwa 2018 sudah masuk ke tahun politik, ada pilkada (pemilihan kepala daerah), tahapan pileg (pemilihan legislatif), dan pilpres (pemilihan peresiden). Oleh sebab itu, jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan kegaduhan dan kontroversi," ujar Jokowi.

    Baca juga: Istana: Pemerintah Tak Mau Iklim Ekonomi Terganggu Riuh Politik

    Meski tidak menyebut nama, pernyataan Jokowi itu diperkirakan tertuju pada Panglima Tenara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo. Ucapan Gatot soal impor senjata baru-baru ini menimbulkan polemik di masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu soal siapa yang dituju Jokowi dalam pernyataannya. "Ya, tahu sendirilah. Tapi yang jelas ke depan enggak boleh lagi, ya," ucap Ryamizard saat wartawan bertanya apakah yang dimaksud Jokowi adalah Gatot.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.