Dibesuk, Setya Novanto Membicarakan Partai

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, yang tengah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah alat medis terpasang di badannya. Istimewa

    Foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, yang tengah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah alat medis terpasang di badannya. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Sulawesi Tenggara Partai Golkar Ridwan Bae mengatakan sempat membicarakan kondisi partai saat menjenguk Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. "Ya bicara kondisi Golkar. Pertama kesehatannya, kedua kondisi Golkar," kata Ridwan di depan RS Premier Jatinegara, Senin, 2 Oktober 2017.

    Mereka juga membincangkan dinamika internal pengurus pusat partai berlambang pohon beringin ini. "Ada sedikit membahas itu. Kami bahas persoalan, suasana di Golkar." Setya, ujar Ridwan, sempat bertanya kondisi Sulawesi Tenggara menjelang pemilihan gubernur 2018.

    Baca:
    PUSaKO Unand Minta KPK Buka Rekaman Percakapan Setya Novanto
    Pusako Unand: Masyarakat Bisa Minta KPK Buka Rekaman Setya...

    Ridwan menyarankan Setya tidak resah pada kondisi Golkar saat ini. Dia meyakini tidak akan ada perpecahan di partainya. "Saya bilang, Pak Ketua Umum, tidak usah diresahkan. Semacam ini sering terjadi di Golkar."

    Gejolak internal Partai Golkar menguat belakangan ini. Marak usulan untuk menonaktifkan Setya Novanto dan menunjuk pelaksana tugas. Rekomendasi ini muncul seiring dengan hasil kajian yang menyatakan merosotnya elektabilitas Golkar, yang antara lain disebabkan dengan dugaan keterlibatan Novanto dalam korupsi e-KTP.

    Ridwan mengatakan dia dan Setya tak membahas ihwal usul penonaktifan dan penunjukan pelaksana tugas ketua partai. "Sama sekali tak membicarakan itu."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca juga: Inilah Resep KPK Balas Kekalahan Kasus Setya Novanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.