Setya Novanto Keluhkan Keseimbangannya dan Akan Periksa THT

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, yang tengah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah alat medis terpasang di badannya. Istimewa

    Foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, yang tengah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah alat medis terpasang di badannya. Istimewa

    Tempo.co, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Marlinda Irwanti Puteh menjenguk Ketua Umum Golkar Setya Novanto pada Senin, 2 Oktober 2017. Marlinda menceritakan Novanto masih memiliki keluhan terkait keseimbangannya.

    "(Katanya Setya Novanto) masih goyang, masih belum seimbang. Mau ada pemeriksaan lebih lanjut sinus atau THT," kata Marlinda di depan pintu masuk RS Premier Jatinegara, Senin, 2 Oktober 2017.

    Baca juga: Humas RS Premier Jatinegara: Kepulangan Setya Novanto Belum Pasti

    Marlinda menceritakan Novanto masih terbaring dengan infus dan alat kesehatan lain terpasang di tubuhnya. Dia mengatakan, Novanto masih akan menjalani pemeriksaan oleh dokter.

    "Tadi pagi ada dokter perempuan, (dia) bilang kok saya masih goyang-goyang, enggak seimbang, enggak fokus," ujar Marlinda.

    Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat ini juga mengatakan kepulangan Novanto belum dapat dipastikan. "Belum tentu hari ini pulang. Pertimbangannya apakah akan pindah rumah sakit atau tidak," kata istri mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh ini.

    Setya Novanto dirawat di RS Premier Jatinegara sejak 18 September lalu. Tersangka korupsi e-KTP yang baru menang praperadilan ini dikabarkan terserang sejumlah penyakit, di antaranya jantung, vertigo, dan sinusitis. Rentetan penyakit dan perawatan itu membuat Novanto alpa dua kali pemeriksaan yang dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Jumat, 29 September lalu, Setya Novanto lepas dari status tersangka karena gugatan praperadilannya dikabulkan oleh hakim Cepi Iskandar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.