Program Pascasarjana Bermasalah, UNJ Rencanakan Pembenahan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), 31 Agustus 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), 31 Agustus 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, JAKARTA - Pelaksana Tugas Harian Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Intan Ahmad berjanji membenahi program pascasarjana. Pembenahan akan dimulai dari proses seleksi mahasiswa dan proses pembelajarannya.

    Ia akan membentuk tim perbaikan yang terdiri atas anggota Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dosen UNJ, serta dosen universitas lain, untuk memberi masukan. “Saya harus mengetahui masalah agar langkah yang saya lakukan juga baik,” katanya, di Gedung UNJ, Jakarta, 2 Oktober 2017.

    Baca:
    Rektor UNJ Dipecat, Begini Alasan Menteri Nasir
    Rektor Dipecat, Alumni UNJ Minta Kasus Plagiat ...

    Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jamal Wiwoho mengatakan Menteri Riset Muhammad Nasir telah memecat Profesor Djaali sebagai Rektor UNJ. Surat keputusan pemecatan ini keluar pada Senin, 25 September 2017. Djaali diberhentikan sementara dari jabatannya. Selain Djaali, Direktur Pascasarjana UNJ Moch. Asmawi turut dikenai sanksi yang sama.

    “Diberhentikan sementara karena ada kekurangan dalam pengelolaan manajemen pascasarjana,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu, 27 September 2017. Di bawah kepemimpinan Djaali, UNJ diduga menyelenggarakan program doktoral abal-abal.

    Baca juga:
    Begini Jawaban Panglima TNI saat Ditanya Soal ...
    MA: Putusan Praperadilan Setya Novanto Tak Bisa Diganggu Gugat

    Menteri Nasir, ujar Jamal, menunjuk Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad sebagai pelaksana tugas harian Rektor UNJ. “Diharapkan Prof Intan bisa segera membenahi sistem pendidikan di sana,” ucapnya.

    Beberapa kejanggalan ditemukan di kampus UNJ mulai manipulasi nomor induk, manipulasi absensi, waktu kuliah yang cepat, satu orang promotor bisa membimbing puluhan mahasiswa, hingga plagiarisme pada tugas akhir. Menurut jadwal, masa jabatan Djaali berakhir pada April 2018.

    KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.