Pascatragedi 65, Batik Sarwo Edhie Sempat Jadi Primadona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo (tengah), di depan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI di halaman kampus UI, Jakarta, 10 Januari 1966. Foto: DOk. Perpusnas RI

    Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo (tengah), di depan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI di halaman kampus UI, Jakarta, 10 Januari 1966. Foto: DOk. Perpusnas RI

    TEMPO.CO, Solo - Pascatragedi 1965, sempat muncul karya batik dengan motif Sarwo Edhie di Kota Solo, Jawa Tengah. Bahkan, motif tersebut sangat populer di kota yang dikenal sebagai penghasil batik halus sejak sebelum era kemerdekaan itu.

    "Motif ini (Sarwo Edhie) berkembang di beberapa sentra batik," kata pemilik Batik Putra Laweyan, Gunawan Muhammad Nizar, kepada Tempo, Senin, 2 Oktober 2017.

    Baca juga: Pembatik Legendaris Oey Soe Tjoen Pamerkan 40 Batik Motif Pesisir

    Sarwo Edhie yang dimaksud adalah Panglima Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat yang menumpas pemberontakan Gerakan 30 September 1965.

    Gunawan tidak tahu pasti siapa yang memunculkan motif itu pertama kali. Namun motif batik Sarwo Edhie berkembang di beberapa kampung yang menjadi pusat perajin batik, seperti Laweyan, Sriwedari, dan Kauman.

    Motif Sarwo Edhie sebenarnya tidak jauh berbeda dengan batik motif Parang. Bedanya hanya pada bagian ukuran. "Ukuran parangnya berurutan dari kecil menjadi besar," ucapnya. Menurut dia, motif itu menunjukkan kehidupan Sarwo Edhie Wibowo yang meniti karier militer dari bawah.

    Menurut Gunawan, kemunculan motif itu tidak lepas dari kekaguman para perajin batik terhadap Sarwo Edhie saat melakukan penumpasan terhadap gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI). "Banyak di antara perajin batik yang berasal dari kalangan santri yang saat itu bermusuhan dengan PKI," tuturnya.

    Namun lambat laun motif batik itu menghilang, tergerus oleh motif-motif baru yang terus bermunculan. "Sepertinya sudah tidak ada lagi yang memproduksi motif tersebut," kata Gunawan.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.