PDIP Siapkan Kadernya Maju Pilkada Jawa Barat dan Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai PDI Perjuangan, memimpin upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia, di Lapangan Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakartan. TEMPO/Dias Prasongko

    Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai PDI Perjuangan, memimpin upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia, di Lapangan Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakartan. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan partainya masih melakukan kalkulasi peta politik, khususnya menyangkut pemilihan kepala daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur. Hasto menyebut bahwa partainya telah melakukan kajian ketat dan telah menyiapkan sejumlah nama yang akan dipertimbangkan untuk diusung.

    "Kami sudah mengerucutkan nama-nama, sudah betul-betul kami kaji sesuai dengan aspek historis, sosiologis, kultural, dan juga peta politik di daerah. Kita juga melihat kepentingan nasional untuk cagub, cawagub," kata Hasto di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDIP Jakarta, Minggu, 30 September 2017.

    Baca: PDIP Ancam Pecat Kadernya yang Minta Mahar Politik di Pilkada

    Meski demikian, Hasto tak mau menyebut nama-nama yang telah disiapkan oleh partainya. Ia mengaku, saat ini masih menunggu momentum yang tepat.

    Hasto menuturkan, dalam pencalonan lebih dulu memprioritaskan kader daerah yang potensial. Namun, partainya tidak menutup kemungkinan mengusung calon di luar partai, jika calon tersebut yang diharapkan masyarakat.

    "Sekiranya, jika peta politik tidak memungkinkan dari internal, kami baru dorong mereka yang dari aspek ideologi Pancasila memiliki kesepahaman dengan PDIP," katanya.

    Baca juga: PDIP Gunakan Prinsip Gotong Royong di Pilkada 2018

    Hasto juga yakin PDIP memiliki kekuatan yang cukup dalam pilkada Jawa Timur dan Jawa Barat. Partai akan menampilkan kombinasi pemimpin terbaik di setiap daerah berdasarkan pertimbangan matang.

    "Karena itulah kami dorong kader untuk menjadi pemimpin, kami persiapkan melalui sekolah calon kepala daerah. Tetapi rakyat yang menentukan, sehingga kami akan tampilkan kombinasi terbaik," ucap Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.