Polisi: Senjata Impor untuk Digunakan di Wilayah Rawan Konflik

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta ketika memberikan keterangan di Mabes Polri, Sabtu (

    KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta ketika memberikan keterangan di Mabes Polri, Sabtu (

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan persoalan senjata saat ini tengah ditangani oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI. "Sudah selesai dan sekarang ditangani mereka (Kemenkopolhukam), silakan tanya saja," ujar Setyo saat dihubungi pada Minggu, 1 Oktober 2017.

    Setyo menuturkan, senjata yang diimpor oleh kepolisian ini akan digunakan untuk pengendalian massa (dalmas) di wilayah rawan konflik, seperti Poso, Papua, atau tempat-tempat operasi di hutan.

    Baca: Wiranto Jamin Impor Senjata Brimob Bukan Gangguan Keamanan

    Sebelumnya, Kepolisian RI mengakui pihaknya telah mengimpor ratusan senjata berat untuk Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri. Mereka menyampaikan hal itu pada Sabtu malam, 30 September 2017. Ratusan senjata itu tiba pada Jumat, 29 September 2017. Saat ini, senjata-senjata itu berada di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. "Senjata tersebut betul milik Polri. Itu barang yang sah," kata Setyo.

    Ia juga menegaskan, pengadaan senjata itu sudah melalui prosedur yang sah. Ia merinci prosesnya mulai perencanaan spesifikasi, proses lelang, review staf Inspektur Pengawasan Umum serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, sampai ke pengadaan dan pembelian oleh pihak ketiga, hingga proses masuk ke pabean Soekarno-Hatta.

    Meski begitu, perizinannya masih diurus kepada Badan Intelijen Strategis (Bais) Tentara Nasional Indonesia. Setyo memastikan Polri sudah mengkonfirmasi impor senjata tersebut kepada Bais TNI. "Semua sudah sesuai dengan prosedur," ujarnya.

    Baca juga: Polri Akui Kepemilikan Ratusan Senjata Berat di Bandara Soetta

    Setyo mengatakan prosedur yang dilakukan memang demikian karena barang harus masuk lebih dulu ke Indonesia, kemudian dikarantina dan dicek Bais TNI. "Ya sudah diserahkan ke Bais dan sudah diangkat ke polkam," katanya.

    KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.