Setya Novanto Menang, Doli Kurnia Minta KY Periksa Hakim Cepi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih di depan kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 25 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    Ketua Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih di depan kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 25 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Doli Kurnia, mantan kader Partai Golkar, meminta Komisi Yudisial memeriksa hakim Cepi Iskandar. Doli menilai Cepi patut diperiksa karena diduga tidak profesional dan independen, dalam menangani gugatan praperadilan Setya Novanto atas penetapannya sebagai tersangka kasus e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    "Kami meminta Komisi Yudisial segera memanggil dan memeriksa Cepi Iskandar, karena patut diduga bekerja tidak profesional dan tidak independen," kata Doli melalui pesan pendeknya, Sabtu, 30 September 2017.

    Baca: Presiden PKS Kaget Setya Novanto Menang Praperadilan

    Setya Novanto memenangi gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan, pada Jumat, 29 September 2017. Sejumlah pihak berpendapat banyak kejanggalan selama persidangan.

    Menurut Doli, kemenangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu penuh kejanggalan. Salah satu kejanggalan itu adalah adanya dugaan pertemuan Setya dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dalam promosi doktoral anggota Komisi Hukum DPR, Adies Kadir, di Universitas 17 Agustus, Surabaya.

    "Jadi Cepi Iskandar itu hanya merupakan ‘wayang’ yang diperankan untuk menjalankan sebuah skenario drama pembebasan Novanto," kata Doli.

    Simak pula: Setya Novanto Menang Praperadilan, Bambang Soesatyo: KPK Ceroboh

    Terkait dengan kemenangan Novanto itu, Doli mengaku tidak kaget. Sebab, kata dia, sejak awal dirinya mendapat banyak informasi yang mengindikasikan Setya bakal menang melalui konspirasi politik dan ekonomi yang dibangunnya di praperadilan tersebut.

    "Menangnya SN itu tragedi bagi penegakan hukum, pencederaan, dan pelecehan terhadap gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Doli.

    Ahmad Doli Kurnia merupakan eks kader Golkar, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Gerakan Muda Partai Golkar yang dipecat karena gencar mengkritik Novanto agar mundur dari jabatan ketua umum setelah menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP.

    Juru bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi, memastikan lembaganya sejak awal memantau proses sidang praperadilan Novanto. Farid mengatakan KY akan mempelajari terlebih dulu temuan selama persidangan.

     Baca juga: Inilah Resep KPK Balas Kekalahan Kasus Setya Novanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.