Pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura Klungkung Diserang Tomcat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga pengungsi Gunung Agung menujukkan dampak serangan tomcat, di posko pengungsian GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung, Bali, 29 September 2017. Sebanyak 12 orang pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura terserang tomcat. ANTARA/Wira Suryantala

    Warga pengungsi Gunung Agung menujukkan dampak serangan tomcat, di posko pengungsian GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung, Bali, 29 September 2017. Sebanyak 12 orang pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura terserang tomcat. ANTARA/Wira Suryantala

    TEMPO.CO, Klungkung - Beberapa orang yang mengungsi akibat aktivitas Gunung Agung yang meningkat di Karangasem, Bali, diserang serangga tomcat di lokasi pengungsian Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Klungkung.

    "Terasa perih dan panas kalau yang masih baru," kata pengungsi Gunung Agung, I Komang Puspa Marayasa, 27 tahun, pada Jumat, 29 September 2017.

    Baca juga: Pengungsi Gunung Agung Ditampung di Sister Village

    Pengungsi asal Desa Amertha Buana, Kecamatan Selat, Karangasem, itu menderita luka sengatan di bagian punggung, pundak, dada, tangan, perut, dan wajah. Komang memperkirakan sudah sejak pekan lalu ia merasakan perih di tubuhnya.

    Kemarin, jumlah luka akibat diserang tomcat semakin bertambah di bagian perut. "Saat digigit, enggak terasa. Pas bangun, udah bengkak, bekas kena cairan. Pas tidur mungkin kena (tomcat)," tuturnya.

    Pengungsi yang diserang tomcat rata-rata menghuni bagian luar gedung sisi selatan GOR Swecapura. Di sana warga tidur menghadap area persawahan yang luas. Namun jaraknya cukup jauh dari tempat menginap warga yang mengungsi.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Ni Made Adi Swapatni menyebut pihaknya sudah menangani pengungsi yang terkena serangan tomcat. Ia menyebutkan ada delapan orang, anak-anak dan dewasa, yang terkena serangan tomcat di lokasi pengungsian GOR Swecapura, Klungkung.

    Adi mengatakan tomcat akan mengeluarkan cairan beracun ketika hinggap di tubuh. "Cairan itu bisa menyebabkan gatal dan rasa panas. Tomcat jangan dipencet, supaya tidak melebar," katanya.

    Menurut dia, bila pengungsi Gunung Agung mengetahui terkena cairan serangga tomcat, mereka disarankan segera membasuh dengan air. "Dibilas langsung dengan sabun. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk penanganan tomcat," ucapnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.