Ratusan Polisi Kawal Sidang Putusan Pra Peradilan Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Riky Ferdianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim advokasi Setya Novanto memberikan berkas persidangan kepada Hakim Cepi Iskandar dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 12 September 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Tim advokasi Setya Novanto memberikan berkas persidangan kepada Hakim Cepi Iskandar dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 12 September 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan personil kepolisian berjaga di sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjelang putusan atas gugatan pra peradilan yang diajukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, sore ini. “Total ada dua kompi yang diterjunkan hari ini,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Pasar Minggu, Komisaris Harsono, Jumat 29 September 2017.

    Baca: Setya Novanto Ajukan Gugatan terhadap KPK

    Harsono mengatakan bantuan pengamanan dilakukan tim gabungan Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Pasukan yang dikerahkan berasal dari satuan Sabhara dan Brigade Mobil. Personil Kepolisian Sektor Pasar Minggu ikut membantu tugas tersebut dengan menyebar sejumlah personil di sekitar gedung pengadilan.

    Menurut Harsono, teknis pengamanan tak banyak berubah sejak gugatan pra peradilan digelar pekan lalu. Seluruh anggota yang dilibatkan dibagi dalam tiga tim. Tim pertama disebar di sekitar persimpangan jalan menuju gedung pengadilan. Tim lain bertugas menjaga pengamanan di area gedung. Sisanya berada di dalam dan di sekitar ruang sidang selama persidangan berlangsung.

    Hingga saat ini, kata Harsono, polisi belum mendapat laporan rencana pengerahan massa menjelang sidang putusan. Meski begitu, Harsono memperkirakan ruangan sidang sesak oleh pengunjung yang ingin mengetahui hasil akhir dari gugatan tersebut. “Karena kapasitas ruangan yang terbatas, maka jumlah pengunjung nanti kami batasi,” kata dia.

    Harsono membenarkan bahwa polisi memberikan pengamanan ekstra terhadap Cepi Iskandar, hakim tunggal yang menangani gugatan tersebut. Sejumlah polisi berpakaian preman mengawal aktivitas Cepi sejak berangkat dari rumahnya di Komplek Kehakiman, Jalan Ampera Raya, hingga pulang dari kantor. Jarak rumah Cepi dan PN Jakartra Selatan tak lebih dari 1 kilometer.

    Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna, mengatakan permintaan pengamanan hakim dan gedung pengadilan diajukan agar persidangan berjalan lancar. Selain Cepi, pimpinan pengadilan juga meminta polisi memberikan pengamanan ekstra terhadap panitera sidang. “Teknisnya kami serahkan kepada polisi,” ujarnya.

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.