Idrus Antarkan Surat Rekomendasi Penonaktifan ke Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, yang tengah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah alat medis terpasang di badannya. Istimewa

    Foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, yang tengah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah alat medis terpasang di badannya. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Surat rekomendasi tim kajian elektabilitas Partai Golkar sudah disampaikan kepada Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Ketua tim kajian elektabilitas sekaligus Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan surat itu diantarkan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham.

    Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid sedianya juga ditugasi mengantar surat itu bersama dengan Idrus. Nurdin batal datang lantaran harus pergi ke Makassar.

    Baca juga: Nurdin Halid Ingin Gokar Terapkan Disiplin pada Setya Novanto

    "Nurdin berangkat ke Makassar karena ada haul ibunya. Dia berangkat, Sekjen datang sendiri menyampaikan (surat rekomendasi ke Novanto)," kata Yorrys melalui sambungan telepon pada Jumat, 29 September 2017.

    Tim kajian elektabilitas Golkar melalui rapat pleno harian merekomendasikan Setya Novanto mundur dari jabatan ketua umum dan menunjuk pelaksana tugas. Rekomendasi itu muncul setelah ada hasil kajian tim tentang penurunan elektabilitas Partai Golkar dari 16 persen menjadi 11 persen. Penurunan elektabilitas itu diduga karena penetapan Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP.

    Baca juga: Andai Menang Praperadilan, Golkar Tetap Evaluasi Setya Novanto

    Idrus Marham dikabarkan mengirim surat kepada DPP yang meminta rapat pleno membahas tanggapan Setya Novanto atas rekomendasi itu diundur. Sebab, Setya Novanto juga sedang menjalani sidang praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka.

    Yorrys membenarkan adanya memo dari Idrus. Dia mengatakan ada miskomunikasi lantaran Idrus dan Nurdin belum mendiskusikan hasil pertemuan dengan Setya Novanto.

    Baca juga: KPK Bakal Periksa Keponakan Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

    "Ada memo. Nurdin baru balik (dari Makassar). Sekjen belum komunikasi, Nurdin sudah bikin memo hasil komunikasi sama ketua umum itu, jadi miskomunikasi," kata Yorrys.

    DPP Partai Golkar sedianya menggelar rapat pleno harian membahas tanggapan Setya Novanto atas rekomendasi itu pada Jumat malam nanti. Rapat diundur hari Senin pekan depan karena masih ada rapat koordinasi teknis dan acara nonton bareng film G-30-S PKI di aula kantor DPP Partai Golkar.

    Baca juga: ICW: Ada 6 Kejanggalan Sidang Praperadilan Setya Novanto

    Yorrys mengatakan Idrus dan Nurdin akan menyampaikan tanggapan Setya Novanto atas rekomendasi tersebut dalam rapat pleno harian. "Nanti mereka berdua melaporkan hasilnya. Harus melalui rapat harian lagi," ucapnya.

     BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.