Rapat Pleno Penonaktifan Setya Maju-Mundur, Ini Alasan Yorrys

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, 14 September 2017. ANTARA FOTO

    Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, 14 September 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan rapat pleno harian Partai Golkar yang sedianya digelar Jumat malam, 29 September 2017, diundur Senin pekan depan, 2 Oktober 2017. Agenda Rapat membahas rekomendasi tim kajian elektabilitas yang mengusulkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mundur dan menunjuk pelaksana tugas.

    Yorrys beralasan penundaan itu lantaran rapat koordinasi teknis (rakornis) Partai Golkar masih berlangsung. Selain itu, kata dia, aula kantor DPP yang biasa dipakai sebagai tempat rapat pleno akan digunakan untuk acara nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G 30S PKI.

    Baca: Yorrys Raweyai Khawatir Kasus E-KTP Ganggu Elektabilitas Golkar

    "Harusnya (rapat pleno) hari ini, tapi rakornis masih berlangsung dan malam nanti Ketua Dewan Pembina bikin nobar film G30S," kata Yorrys melalui sambungan telepon pada Jumat siang.

    Yorrys menuturkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie akan menggelar nonton bareng bersama Praja Muda Beringin (PMB), kelompok anak muda Partai Golkar. "Enggak enak, sebab permintaan tempat oleh Dewan Pembina dan tiga hari lalu udah disetujui oleh Sekjen," kata dia.

    Yorrys ditunjuk menjadi ketua tim kajian elektabilitas Partai Golkar. Yorrys bekerja sama dengan Koordinator Bidang Kajian Strategis dan Sumber Daya Manusia Letnan Jenderal (Purnawirawan) Lodewijk Freidrich Paulus. Setelah masa tugas 10 hari tim melaporkan hasil kajian, yakni penurunan elektabilitas Golkar dari 16 persen menjadi 11 persen.

    Simak: Setya Novanto Diminta Mengabaikan Rekomendasi Yorrys Raweyai

    Penurunan elektabilitas diduga kuat karena status Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Novanto saat ini juga tengah sakit dan dirawat di RS Premier Jatinegara. Novanto dikabarkan sakit jantung, vertigo, gula, dan sinusitis.

    "Karena dia dalam kondisi sakit, terus ada masalah hukum, sementara proses politik ke depan ini sangat keras. Kami menyarankan apakah tidak lebih baik dia menunjuk Plt," ujar  Yorrys Raweyai.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga