Aksi 299, Polisi Turunkan Polwan Berhijab dan Pasukan Berserban

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Asmaul Husna Polri mengikuti apel pasukan pengamanan Pilkada 2017 di Monas, Jakarta, 2 November 2016. Sebanyak 4000 pasukan gabungan TNI dan Polri melaksanakan apel pengamanan Pilkada serentak 2017. TEMPO/Subekti

    Pasukan Asmaul Husna Polri mengikuti apel pasukan pengamanan Pilkada 2017 di Monas, Jakarta, 2 November 2016. Sebanyak 4000 pasukan gabungan TNI dan Polri melaksanakan apel pengamanan Pilkada serentak 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam atau aksi 299 untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Ormas (Perpu Ormas) dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia akan digelar hari ini. Diperkirakan ribuan massa akan mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan, seusai salat Jumat.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yowono mengatakan telah menyiagakan 20 ribu personil untuk mengamankan jalannya aksi 299. Dalam pengamanan aksi kali ini, polisi telah menyiapkan anggotanya beberapa hari sebelumnya untuk melakukan simulasi supaya memahami kondisi ketika aksi.

    Baca: Aksi 299, Pimpinan DPR Tak Yakin Dipolitisasi

    "Kemarin, sebelum acara ini, kami sudah melakukan tactical floor game," kata Argo ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Jumat, 29 September 2017.

    Kepolisian juga telah memberikan instruksi kepada para anggotanya supaya tidak menggunakan senjata api dalam mengamankan aksi. Menurut Argo, kepolisian akan menggunakan pendekatan humanis dalam penanganan aksi demo kali ini.

    Baca: Ada Aksi 299, wiranto Gelar Pertemuan dengan BEM Jabodetabek

    "Nanti juga ada anggota kami dari polwan yang menggunakan hijab. Ada juga pasukan berserban (Pasukan Asmaul Husna). Ada beberapa hal yang akan kami lakukan secara humanis," ucap Argo.

    Selain itu, kata Argo, personel tetap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. "Tahap terakhir tentu sudah kami siapkan di sana, tapi kami harap tidak ada penggunaan hal-hal itu," ujarnya.

    Argo berharap masyarakat tak khawatir terkait dengan aksi 299. Ia menyatakan kepolisian telah mempersiapkan pengamanan untuk menjaga jalannya aksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.