Nurdin Halid Ingin Gokar Terapkan Disiplin pada Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar, Nurdin Halid, memimpin Rapat Pleno Munaslub di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 6 Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar, Nurdin Halid, memimpin Rapat Pleno Munaslub di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 6 Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

     

    TEMPO.CO, Jakarta  - Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan Golkar harus menerapkan disiplin organisasi ketat terhadap kader-kader yang menjadi tersangka korupsi. Penerapan disiplin ini, kata dia,  juga harus diberikan kepada Ketua Umum Golkar Setya Novanto. 

    Nurdin menuturkan elektabilitas Partai Golkar merosot salah satunya akibat perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dalam kasus ini Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka. 

    Baca: Politikus Golkar Akui Muncul Desakan Menonaktifkan Setya Novanto

    Menurut Nurdin seluruh struktur partai yang bersedia menjadi pengurus telah menandatangani pakta integritas untuk menjaga perilakunya. "Besok (hari ini) rapat akan didiskusikan seberapa jauh kita menerapkan pakta integritas itu secara resmi," katanya di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Kamis, 27 September 2017.

    Ia berujar para pengurus DPP harus berani melakukan kritik terhadap kinerja partai. Bila semua hanya diam, maka Golkar tidak akan bisa bangkit. "Ini yang ingin saya gugah," ucapnya. 

    Simak: JK: Setya Novanto Sebaiknya Mundur dari Ketua Umum Golkar

    Jabatan Setya Novanto sebagai ketua umum Golkar sedang digoyang. Pasalnya tim kajian elektabilitas yang dipimpin oleh Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Yorrys Raweyai merekomendasikan agar Setya Novanto dinonaktifkan.

    Pengurus DPP  menggelar rapat untuk mendengarkan jawaban Setya terhadap rekomendasi itu, Jumat, 29 September 2017. Nurdin menjelaskan bila Setya menerima rekomendasi itu, maka untuk sementara Golkar akan menunjuk seseorang sebagai pelaksana tugas harian.

    Lihat: Nurdin Halid Benarkan Ada Desakan Agar Setya Novanto Mundur

    Namun sebaliknya bila Setya menolak maka DPP akan terus mengevaluasi seberapa jauh pengaruh negatif dari kasus yang menimpa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu terhadap partai. “Kalau tidak ada masalah ya lanjut, tapi kalau evaluasi kami mengatakan terjadi masalah atau negatif ya kami harus konsolidasi,” ujar Nurdin Halid dua hari lalu. 


     

     

    Lihat Juga