Empat Mobil Mewah Bupati Rita Widyasari Diduga Hasil Suap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberi keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberi keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menduga empat unit mobil mewah milik Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari merupakan hasil suap dan gratifikasi terkait dengan pemberian izin lahan perkebunan di daerah tersebut. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan empat mobil tersebut dalam penguasaan Rita, tapi tercatat atas nama pihak lain.

    "Kami belum bisa sampaikan pihak-pihak tersebut," katanya di gedung KPK, Kamis, 28 September 2017. Basaria menyebutkan keempat mobil tersebut telah disita KPK. Keempat mobil itu di antaranya Hummer tipe H3, Toyota Vellfire, Ford Everest, dan merek Land Cruiser.

    Hari ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan pemberian izin lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ketiganya adalah Bupati Kutai Kartanegara, Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun, dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin.

    Baca juga: KPK: Bupati Kukar Rita Widyasari Diduga Terima Suap Rp 6 Miliar

    Basaria menyebutkan KPK menemukan ada indikasi pemberian uang sejumlah Rp 6 miliar dari Hery kepada Rita. Uang suap tersebut diterima Rita sekitar Juli dan Agustus 2010 untuk pemberian izin lokasi perkebunan sawit kepada PT Sawit Golden Prima.

    Tak hanya itu, Rita dan Khairudin diduga ikut menerima gratifikasi berupa uang senilai US$ 775 ribu atau sekitar Rp 6,975 miliar. Uang tersebut berkaitan dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Atas kepemilikan mobil dari hasil suap tersebut, Basaria menuturkan lembaganya belum akan menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang terhadap Rita. "Soal itu, nanti tergantung pengembangan kasus," ujarnya. Sejauh ini, KPK memang baru menjerat Rita dan dua tersangka lain menggunakan pasal tindak pidana korupsi.

    Selain menyita empat mobil, kata Basaria, KPK menahan sejumlah dokumen terkait dengan transaksi keuangan dalam indikasi gratifikasi yang dilakukan Rita Widyasari. "Juga dokumen-dokumen terkait dengan izin lokasi perkebunan kelapa sawit dan sejumlah proyek lain," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.