Marak Desakan Mundur, Soksi Minta Setya Tetap Memimpin Golkar

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi melakukan aksi unjuk rasa membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto, di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 14 September 2017. TEMPOImam Sukamto

    Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi melakukan aksi unjuk rasa membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto, di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 14 September 2017. TEMPOImam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas Soksi) menolak rekomendasi yang meminta Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dinonaktifkan. Soksi meminta Setya tidak perlu merespons hasil rekomendasi itu.

    "Tidak, tidak ada kewajiban,” kata pelaksana tugas Ketua Depinas Soksi, Ali Wongso Sinaga, di Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis, 28 September 2017. Apalagi, kata dia, rekomendasi yang berasal dari tim yang disebut Tim Elektabilitas itu bukan merupakan keputusan rapat harian.

    Baca:
    Rabu Malam, 11 DPD Golkar Membicarakan Kesehatan Setya Novanto
    Golkar Akan Rapat Bahas Nasib Setya Novanto Besok

    Rekomendasi Tim Elektabilitas yang keluar pada Senin lalu, 25 September 2017, itu dinilai Soksi tidak memiliki kekuatan. “Tidak ada sifatnya kekuatan yang konstitusional,” ujarnya. Sebab, rapat hanya memutuskan menyetujui rekomendasi itu untuk disampaikan kepada Ketua Umum. "Itu bukan keputusan rapat, apalagi disebut pleno, bukan," ucap Ketua DPP Golkar Bidang Ketenagakerjaan ini. 

    Sebelumnya, Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan elektabilitas partainya merosot. Salah satunya akibat Setya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik.

    Menurut Yorrys, tidak ada cara lain untuk mengembalikan citra Golkar di mata publik selain mengganti Ketua Umum. "Tidak ada kata lain selain mengganti, kalau cara lain mana bisa,” tuturnya. 

    Baca juga:
    Ada Kejanggalan di Foto Sakit Setya Novanto, Ini Jawaban Golkar 
    Tersangka Bupati Rita: Saya Tak Paham Mengitung Harta untuk LHKPN

    Ali menuturkan pihaknya tetap mendukung Setya menjadi Ketua Umum. Soal proses hukum yang menjerat Setya, ia berpegang pada asas praduga tak bersalah.

    Bila elektabilitas yang dipersoalkan, ia menyarankan Golkar segera melakukan konsolidasi program partai ke daerah-daerah. Para kader yang duduk di kursi legislatif diminta bekerja maksimal mendukung program percepatan pembangunan nasional. "Kami berharap elektabilitas akan meningkat dengan peran kader secara menyeluruh," katanya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.