Bertemu Jokowi di Istana, Gatot Nurmantyo: Soal HUT TNI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam paparannya pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 27 September 2017. Diskusi ini mengangkat tema Pancasila dan Inte

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam paparannya pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 27 September 2017. Diskusi ini mengangkat tema Pancasila dan Inte

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo kemarin membahas hari ulang tahun TNI. Dia mengatakan hal itu juga sudah disampaikan juru bicara Presiden, Johan Budi.

    "Saya melaporkan kesiapan hari ulang tahun TNI dan mohon juga bapak presiden menjadi inspektur upacara," kata Gatot di Cilegon, Banten, Kamis, 28 September 2017.

    Gatot menemui Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu, 27 September 2017. Gatot terburu-buru meninggalkan kompleks Istana dan menolak menjawab pertanyaan wartawan yang mengejarnya.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo: Membela NKRI Adalah Bagian dari Jihad

    Pertemuan Gatot dengan Jokowi adalah yang kedua kalinya setelah polemik pengadaan 5.000 senjata muncul. Gatot sudah bertemu dengan Jokowi di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma pada Selasa malam, 26 September 2017.

    Saat wartawan bertanya mengenai laporan Gatot ke Presiden, dia tidak menyampaikan isi laporan tersebut. Dia mengatakan laporan tersebut hanya dia dan Presiden yang tahu. "Saya sudah laporan kok, mau dibahas apalagi," ucapnya.

    Gatot Nurmantyo selebihnya mengatakan ihwal acara HUT ke-72 TNI. Salah satu acara HUT TNI tersebut adalah pada Jumat malam, 29 September, di Museum Fatahillah, Kota Tua, TNI menggelar acara wayang NKRI. Dia mengatakan acara ini gratis untuk masyarakat umum. "Mudah-mudahan Presiden juga akan menyaksikan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.