THR Sriwedari Dibongkar, Via Vallen Punya Kenangan Manis

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Via Vallen. instagram.com

    Via Vallen. instagram.com

    TEMPO.CO, Surakarta - Taman Hiburan Rakyat Sriwedari Solo mulai dibongkar lantaran kontraknya sudah habis. Sejumlah artis tenar pernah pentas di tempat itu, antara lain Koes Plus, God Bless, Power Metal, hingga pedangdut anyar yang sedang naik daun, Via Vallen.

    Via mengaku punya kenangan khusus dengan tempat hiburan masyarakat yang bertahan selama lebih dari 30 tahun itu. “THR Sriwedari telah membesarkan nama saya,” katanya saat ditemui pada Rabu malam, 27 September 2017.

    Baca: 30 Tahun Menghibur Warga Solo, THR Sriwedari Mulai Dibongkar

    Menurut artis asal Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo itu, dia bersama kelompok musik SERA pentas pertama kali di Sriwedari pada 2010. Dari pentas tersebut, Via punya banyak penggemar di Solo dan sekitarnya. Bahkan komunitas penggemar Via, yang dikenal dengan nama Vianisti, muncul pertama kali di Solo. Pada September tahun ini, Vianisti genap berusia tujuh tahun. “Dulu saya pentas di THR Sriwedari bisa dua kali dalam sebulan,” ujarnya.

    Namun, seiring semakin padatnya jadwal pentas, dia hanya sempat manggung di THR Sriwedari sekali dalam tiga bulan. Via berharap pengelola THR bisa segera mendapat lokasi baru yang memadai. Sebab, pementasan Via di Solo selalu dipadati penonton.

    Simak: THR Sriwedari Pindah, Koes Plus Mania Cari Tongkrongan Baru

    Dia berharap lokasi THR yang baru nanti mudah diakses transportasi umum. Sebab, kata dia, banyak pengunjung THR yang berasal dari kalangan menengah ke bawah dan mengandalkan transportasi umum untuk mencapai lokasi.

    Pemilik kelompok musik SERA, Mochammad Sholeh, membenarkan bahwa kelompoknya memiliki banyak penggemar di THR Sriwedari. “Penonton di sini bahkan lebih banyak dibanding pementasan kami di Jawa Timur,” ucapnya.

    Lihat: Solo Tata Kawasan, Kontrak THR Sriwedari Tak Diperpanjang

    Padahal, kata dia, bayaran pentas di THR Sriwedari lebih kecil bila dibandingkan dengan honor saat diundang pentas di tempat lain. “Misalnya di hajatan dan sejenisnya,” tuturnya.

    Namun pentas di THR Sriwedari bakal terus dilakukan paling tidak sekali dalam tiga bulan. “Di sini tempat kami menyapa para penggemar, baik Seramania maupun Vianisti,” katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.