Begini Kegiatan Anak-anak di Lokasi Pengungsi Gunung Agung

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak laki-laki berdiri di dekat balonnya di kamp pengungsi Gunung Agung siaga di Klungkung, Bali,  26 September 2017. Lebih dari 75.000 orang telah mengungsi dan kemungkinan akan terus bertambah. AP/Firdia Lisnawati

    Seorang anak laki-laki berdiri di dekat balonnya di kamp pengungsi Gunung Agung siaga di Klungkung, Bali, 26 September 2017. Lebih dari 75.000 orang telah mengungsi dan kemungkinan akan terus bertambah. AP/Firdia Lisnawati

    TEMPO.CO, Klungkung - Puluhan anak tertawa gembira saat mengikuti kegiatan pelayanan dukungan psikososial di pos pengungsian Gunung Agung yang berlokasi di Lapangan Tembak, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu, 27 September 2017.

    Igun Gunawan, relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), Kementerian Sosial, menuturkan, tujuan kegiatan ini. "Ini bukan trauma healing, tetapi untuk menjaga fitrah anak-anak, yaitu gembira, belajar, bermain dan ceria," kata dia saat ditemui di lokasi.

    Baca: Gunung Agung Awas, Angkasa Pura I Siagakan 10 Bandara Alternatif

    Bukan hanya anak-anak, orang tua dan lanjut usia yang mengungsi di tempat ini, juga mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berbaur dan saling menghibur. Para ibu juga ikut lomba meniup balon. "Kalau cuma duduk-duduk saja kan bosan mereka (ibu-ibu)," tutur Igun.

    Pengungsi di Lapangan Tembak, berasal dari Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) 1. Menurut Igun, tahapan bermain dan belajar akan diterapkan di beberapa pertemuan. "Anak-anak akan berkreasi. Di dapur banyak dus, nanti kami dampingi anak-anak membuat kerajinan dari dus," ujarnya. Igun menambahkan setiap hari layanan dukungan psikososial ini untuk anak-anak dilakukan pada pagi, siang, dan sore.

    Kepala Desa Duda Timur, I Gede Pawana mengatakan warganya yang mengungsi di Lapangan Tembak, Klungkung berjumlah 505 jiwa. "Ini posko induk. Selain di sini, ada empat posko pengungsian di Kecamatan Manggis, Karangasem yang menampung warga kami," katanya.

    Simak pula: Perlengkapan Air Bersih Disiapkan untuk Pengungsi Gunung Agung

    Hampir seluruh warga Desa Duda Timur mengungsi saat Gunung Agung ditetapkan berstatus awas atau level IV pada Jumat, 22 September 2017, pukul 20.30 Wita.

    Pawana menjelaskan, meski tinggal di pengungsian, anak-anak tetap bisa melanjutkan aktivitas belajar di beberapa sekolah yang berada di sekitar lokasi pengungsian.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.