Istana: Pertemuan Jenderal Gatot dan Jokowi Tidak Bahas Senjata

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Johan Budi Sapto Pribowo (kedua dari kiri) usai berbincang di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Johan Budi Sapto Pribowo (kedua dari kiri) usai berbincang di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresiden, Johan Budi Sapto Pribowo, menyampaikan bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, tidak berkaitan dengan isu pengadaan 5 ribu senjata. Pertemuan itu, kata Johan, terkait HUT TNI yang akan digelar pekan depan.

    "Menurut Pak Gatot Nurmantyo, yang disampaikan adalah persiapan HUT TNI, termasuk meminta Presiden Jokowi menonton pertunjukkan wayang," ujar Johan, Rabu, 27 September 2017.

    Baca: Seusai Jenderal Gatot Nurmantyo Bertemu Presiden Jokowi, Lalu..

    Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir, Gatot menjadi sorotan karena ucapannya soal adanya pengadaan 5 ribu pucuk senjata secara diam-diam yang mengatasnamakan Presiden Jokowi. Hal tersebut langsung menimbulkan kegaduhan di mana sejumlah pihak mempertanyakan apakah Gatot memiliki niatan politis di balik ucapannya itu.

    Adapun, kabar terakhir, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Gatot adalah hasil miskomunikasi. Alih-alih pengadaan 5 ribu senjata, yang benar adalah pengadaan 500 senjata untuk keperluan BIN dan secara resmi.

    Johan beranggapan, isu senjata tidak disinggung dalam pertemuan hari ini bisa jadi karena sudah dibahas dalam pertemuan Gatot dan Presiden Joko Widodo di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Selasa malam, 26 September 2017. Menurut Johan, Presiden Joko Widodo sudah mendapatkan laporan lengkap dari Gatot.

    "Presiden kan juga sudah menyampaikan bahwa dirinya sudah mendapat penjelasan dari Menkopolhukam Wiranto," ujar Johan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.