Jokowi Bingung Dimintai Sepeda oleh Pengrajin Kayu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berkunjung ke kantor pusat PT BEI guna menghadiri pencatatan perdana KIK EBA Mandiri JSMR01, Jakarta, 31 Agustus 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    Presiden Jokowi berkunjung ke kantor pusat PT BEI guna menghadiri pencatatan perdana KIK EBA Mandiri JSMR01, Jakarta, 31 Agustus 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Saking seringnya berbagi sepeda ke masyarakat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya dianggap akan memberikan sepeda tiap kali berbincang dengan rakyat di panggung acara. Hal itu terjadi dalam pameran Dewan Kerajinan Nasional di Jakarta Convention Center Rabu, 27 September 2017.

    Usai Presiden Jokowi berbicara dengan pengarjin asal Bali bernama Gabriella Manurung di panggung acara, pengarjin kayu jati itu tiba tiba meminta sepeda ke Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo pun kaget.

    Baca : Jokowi: Industri Kerajinan Tangan Menakjubkan

    Kepada Gabriella, Presiden Jokowi mengatakan bahwa dirinya sedang tidak menggelar kuis berhadiah sepeda hari ini. Jadi, tak ada sepeda yang bisa diberikan kepadanya. "Kok sepeda? sepeda? enggak saya beri kuis, ndak saya beri sepeda dong," ujar Jokowi sambil terkekeh.

    Walau tidak menghadiahi sepeda ke Gabriella, Presiden Jokowi memberinya wejangan untuk tidak menjual murah produknya. Menurutnya, kerajinan kayu jati buatan Gabriella masih bisa dijual dengan nilai lebih tinggi.

    Baca : IKM di Bali Ekspor Puluhan Ribu Set Kerajinan Tangan

    "Ini harganya Rp1,9 juta. Tapi menurut saya kurang mahal. Karena produknya sangat bagus sekali," ujar Presiden Joko Widodo.

    Adapun Presiden Joko Widodo sempat berseloroh dengan mengatakan bahwa dirinya tidak ada niatan membeli. Kepada peserta yang hadir, dia mengaku lebih senang tanya tanya aja. " Saya senengnya tanya harga tapi enggak pernah beli," ujar Presiden Jokowi dengan nada bercanda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.