5.000 Personil Brimob Akan Datang ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Brimob berbaris saat mengikuti peringatan HUT ke-71 Bhayangkara  di Lapangan Monas, Jakarta, 10 Juli 2017. Sebanyak 2.408 personel gabungan mengikuti parade pasukan dalam kegiatan tersebut. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pasukan Brimob berbaris saat mengikuti peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Lapangan Monas, Jakarta, 10 Juli 2017. Sebanyak 2.408 personel gabungan mengikuti parade pasukan dalam kegiatan tersebut. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri akan mendatangkan ribuan personil Brimob ke Jakarta dalam waktu dekat. Kedatangan mereka disebut untuk mengamankan aksi sejumlah organisasi masyarakat (ormas) pada Jumat, 29 September 2017 besok di Gedung DPR/MPR RI.

    “Ya betul, memang kalau ada kegiatan yang memerlukan pengamanan, maka perlu dukungan personil dan darimana pun bisa digerakkan,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, saat dihubungi TEMPO pada Rabu, 27 September 2017. Diperkirakan ada sekitar 50 SSK atau setara 5.000 personil Brimob yang akan didatangkan.

    Baca : Mabes Polri Turunkan Brimob Jaga Pekan Dayak dan Aksi Bela Islam

    Menurut Setyo, sebanyak 5.000 personil tersebut akan bergabung bersama belasan ribu personil gabungan TNI dan Polri di Jakarta. “Polri kan tidak mau kecolongan,” kata dia.

    Setyo menuturkan, untuk memastikan jumlah personil yang akan diturunkan, Polri akan mengecek dulu seberapa besar massa atau kekuatan demonstran. Jika ada 1000 yang turun, maka akan disiapkan sekitar 2000-3000 personil. “Kita harus lebih banyak dari mereka,” ucap Setyo.

    Baca : Ada Pengerahan Brimob ke Jakarta

    Ia pun berharap aksi 299 nanti dalam berjalan tertib dan aman. Setyo menghimbau supaya tidak terjadi kerusuhan nantinya.

    Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif, mengatakan akan ada sekitar 50ribu orang dari berbagai elemen. Mengenai jumlah pasti, akan diketahui malam ini. Berbagai organisasi memang sedang gencar menolak adanya Perppu Ormas tersebut menjadi Undang-undang.

    Diketahui, Perppu tersebut masih dalam proses uji materi di Mahkahmah Konstitusi. Maarif bahkan mengancam, jika ada anggota dewan yang menyetujui Perppu Ormas tersebut, akan berhadapan dengan umat Islam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.