Kisah Bocah Penderita Kanker Terpaksa Indekos di Depan RS

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien Kanker Wajah Raja Pratama Siregar Pasien RS Adam Malik Medan yang Sempat Terlantar. Sahat Simatupang/Tempo

    Pasien Kanker Wajah Raja Pratama Siregar Pasien RS Adam Malik Medan yang Sempat Terlantar. Sahat Simatupang/Tempo

    TEMPO.CO, Medan - Malang nian nasib Raja Pratama Siregar. Bocah berusia 4 tahun ini menderita kanker pembuluh darah di wajah. Buah hati Yusuf Siregar dan Siti Aisyah Harahap, warga Rondaman Lombang Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, ini sempat tak bisa meneruskan pengobatan di Rumah Sakit Pusat Adam Malik Medan, setelah sempat dirawat di sana selama sebulan lebih.

    Pertama kali didiagnosa, Februari lalu, Raja Pratama mengalami kelainan di wajah dan hidungnya. Ia pun kemudian dirawat di Rumah Sakit Daerah di Kota Padang Sidempuan, berikutnya dirujuk ke Rumah Sakit Permata Bunda, Medan. Karena penyakitnya bertambah parah, bocah itu pun dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan.

    "Anak saya di RS Adam Malik berstatus pasien Badan Pelayanan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kelas III," kata Siti Aisyah Harahap kepada Tempo, Selasa petang, 26 September 2017.

    Baca: Bantu Anak-anak Penderita Kanker, Super Junior Galang Dana

    Selama dirawat di RS Adam Malik hingga Agustus 2017, Raja dua kali menjalani operasi. Namun, saat akan menjalani operasi ketiga, bocah itu tidak bisa dilakukan segera karena harus menunggu dokter dari Jakarta. Ketika menunggu operasi ketiga itu, putra Yusuf Siregar dikeluarkan dari rumah sakit.

    "Kami bingung harus bagaimana, wajah anak saya rusak. Tulang hidungnya membusuk dan terpaksa bernafas dengan alat bantu di tenggorokan, tapi kami diminta meninggalkan ruangan rawat inap karena menunggu obat datang. Sebenarnya kalau kami sanggup beli obatnya, mungkin tidak disuruh keluar ruangan," tutur Aisyah.

    Hampir sebulan lamanya Aisyah dan suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang angkut buah kelapa sawit, merawat Raja Pratama di sebuah kamar indekos di depan RS Adam Malik. "Karena, kalau pulang ke kampung dan menunggu dipanggil pihak rumah sakit lagi untuk operasi ketiga, maka takut kondisi Raja kian memburuk," kata Aisyah.

    Selama tinggal di depan rumah sakit itu, untuk kebutuhan sehari-hari, Aisyah hanya mengandalkan bantuan keluarga. Kondisi Raja yang makan melalui alat bantu selang kian menyulitkan. "Kalau di rumah sakit makan pakai bubur halus dan steril. Kalau di indekos pasti beda," kata Aisyah.

    Berkat bantuan para relawan dari Lembaga Perlidungan Anak Sumut, akhirnya Raja dijemput pihak RS Adam Malik, pada Sabtu, 23 September 2017. Bocah itu pun kembali dirawat di rumah sakit tersebut. "Kami sudah empat hari di Ruangan Rindu A Adam Malik. Hari ini ada lima dokter yang menjenguk anak saya mulai dari dokter anak sampai dokter anestesi," katanya.

    Direktur Utama RS Adam Malik Bambang Prabowo, saat dikonfirmasi Tempo, mengaku tidak begitu tahu kondisi Raja terkini. "DPJP yang tahu kondisi pasien, bukan manajemen rumah sakit. Jadi, ada tugas masing-masing. Pasian dirawat oleh DPJP, follow up kondisi ditanyakan ke Dirut," kata Bambang melalui pesan WhatsApp.

    Staf Hubungan Masyarakat RS Adam Malik, Rosa, membantah pihaknya mengeluarkan pasien karena alasan penuh dan masalah obat. Selama Raja Pratama, pasien angiofibroma, tiga kali opname dalam rentang Maret-Agustus, menurut Rosa, rumah sakit melayani dengan baik. "Pasien disarankan untuk pulang, berobat jalan, karena memang saat itu berdasarkan hasil pemeriksaan penujang, DPJP menyimpulkan pasiennya layak untuk berobat jalan," kata Rosa.

    Anggota DPR Komisi Kesehatan Marwan Dasopang berharap RS Adam Malik yang dibiayai negara tidak boleh menelantarkan pasien. "Dengan kondisi apa pun rumah sakit harus melayani pasien apalagi pemegang kartu BPJS. Saya sudah melihat kondisi pasien tersebut dan sangat aneh kalau pihak rumah sakit menyimpulkan pasiennya layak untuk berobat jalan," katanya.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.