KPK Periksa Pejabat untuk Tersangka Suap Bekas Wali Kota Tegal

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan dua pejabat pemerintah Kota Tegal dalam kasus suap pengadaan dana jasa pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Kota Tegal. Dua saksi itu adalah Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Tegal Hendiati Bintang T dan mantan Plt Kepala Dinas Koperasi Pemerintah Kota Tegal Agus Teguh Rahardjo.

    "Diperiksa untuk tersangka SMS," kata Juru Bicara Febri Diansyah di kantornya, Selasa, 26 September 2017. SMS yang dimaksud Febri adalah mantan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno.

    Baca:
    OTT Wali Kota Tegal, Adik Siti Masitha dan Sekjen PAN: Mohon Doa
    Siti Masitha, Wali Kota dengan Segudang Prestasi Itu Diciduk KPK

    Siti Masitha Soeparno ditangkap KPK melalui operasi tangkap tangan pada Selasa, 29 Agustus 2017. Berdasarkan keterangan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal, Mufid, sejumlah orang yang diduga petugas KPK menangkap Mashita pada saat rapat bersama organisasi perangkat daerah di Gedung Adipura, Kompleks Balai Kota Tegal.

    Siti diduga menerima suap dari Wakil Direktur RSUD Kardinah dan dari sejumlah kepala dinas di Kota Tegal. Pemberian uang itu diduga berkaitan dengan pengelolaan dana jasa kesehatan RSUD Tegal dan imbalan proyek pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintah Kota Tegal untuk tahun anggaran 2017.

    Baca juga:
    DPR Akan Panggil Jenderal Gatot Nurmantyo dan Budi Gunawan
    Rapat Paripurna DPR Akan Dengarkan Laporan Pansus Hak Angket ...

    KPK menduga total suap yang diterima Masitha mencapai Rp5,1 miliar. Uang itu disinyalir akan digunakan untuk dana pemenangan Masitha dan rekannya, Amir Mirza Hutagalung dalam pemilihan kepala daerah mendatang.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.