Sidang Praperadilan, Setya Novanto Hadirkan Empat Saksi Ahli

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Setya Novanto, Ketut dan Agustrianto menungu penyerahan berkas dari KPK ke majelis hakim terkait status tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 25 September 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    Kuasa hukum Setya Novanto, Ketut dan Agustrianto menungu penyerahan berkas dari KPK ke majelis hakim terkait status tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 25 September 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum Setya Novanto akan menghadirkan empat saksi ahli dalam sidang praperadilan lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Selasa, 26 September 2017. Para saksi itu dihadirkan untuk menguatkan argumentasi gugatan praperadilan yang diajukan Setya.

    "Kemungkinan empat kalau hadir semua. Kalau tidak, ya berapa pun akan kami hadirkan. Tapi kami siapkan empat," kata Ketut Mulya Arsana, anggota tim kuasa hukum Setya, Selasa, 26 September 2017.

    Baca: Banyaknya Bukti Bikin Lama Sidang Praperadilan Setya Novanto

    Namun Ketut tidak mau membeberkan siapa saja ahli yang akan dihadirkan dalam sidang dengan agenda pemeriksaan ahli dari pihak pemohon itu. "Yang jelas, ahli hukum acara pidana dan administrasi negara," ucapnya.

    Saat ditanyai, apakah pakar hukum pidana yang dimaksud adalah Romli Atmasasmita, Ketut juga enggan membeberkannya. "Ya, mudah-mudahanlah," ujarnya. Selain menghadirkan ahli, Ketut menyatakan pihaknya akan membawa dua bukti dokumen tambahan pada persidangan Selasa ini.

    Baca: KPK Bawa 193 Bukti Dokumen di Sidang Praperadilan Setya Novanto

    Sebelumnya, tim kuasa hukum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu membawa sekitar 30 bukti dokumen dalam persidangan kemarin. Salah satunya bukti terkait dengan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan RI Nomor 115/HP/XIV/2013. Laporan itu pernah digunakan dalam perkara sidang praperadilan nomor 36/Pid.Prap/2015/PN.JKT.Sel yang diajukan mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo.

    KPK telah menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pada 17 Juli 2017. Meski begitu, Ketua Umum Partai Golongan Karya itu belum pernah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Pada dua pemanggilan terakhir, Setya mangkir dengan alasan sakit.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.