Iman Ariyadi Ditangkap KPK, Mendagri Tunjuk Plt Wali Kota Cilegon

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Cilegon Tubagus Imam Aryadi menjawab pertanyaan awak media seusai menjalani pemeriksaan 1x24 jam di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Minggu dini hari, 24 September 2017. KPK menahan Wali Kota Cilegon Tubagus Imam Aryadi, Ahmad Dita Prawira, Eka Wand

    Wali Kota Cilegon Tubagus Imam Aryadi menjawab pertanyaan awak media seusai menjalani pemeriksaan 1x24 jam di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Minggu dini hari, 24 September 2017. KPK menahan Wali Kota Cilegon Tubagus Imam Aryadi, Ahmad Dita Prawira, Eka Wand

    TEMPO.CO, Serang - Wakil Wali Kota Cilegon Edi Ariadi resmi menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, menggantikan Tubagus Iman Ariyadi yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap izin analisis dampak lingkungan (Amdal) PT Transmart. Penunjukan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

    “Penugasan Wakil Wali Kota Cilegon selaku Plt Wali Kota Cilegon, berkenaan dengan operasi tangkap tangan dan penahanan terhadap Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi oleh KPK,” kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Soemarsono di Pendopo Gubernur Banten, Senin, 25 September 2017.

    Baca : Kasus Suap, Partai Golkar: Wali Kota Cilegon Punya Alibi

    Pengangkatan Edi Ariadi itu berdasarkan Surat Keputusan Nomor 132.36/4424/SD tanggal 25 September 2017 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang ditujukan kepada Gubernur Banten. Soni menjelaskan, penetapan Plt tersebut dilakukan berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

    Soni menjelaskan bahwa penunjukan Plt Wali Kota Cilegon ini sampai ada vonis terhadap Iman Ariyadi. "Karena bisa saja Wali Kota yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, diputuskan tidak bersalah," kata dia.

    Baca : Begini Kronologi OTT Wali Kota Cilegon

    Sementara itu, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan akan segera melakukan koordinasi dan rapat bersama perangkat daerah di wilayahnya untuk menentukan apa saja yang harus dilakukan pasca keluarnya SK penunjukan tersebut. "Setelah ini, saya akan melakukan rapat dengan OPD untuk melakukan koordinasi agar roda pemerintahan di Kota Cilegon tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.

    KPK menetapkan Wali Kota Cilegon non aktif yang juga ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi sebagai tersangka penerima suap. Ia diduga menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar terkait izin amdal PT Transmart di Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon. Selain Iman, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya dari pihak pemerintah dan swasta.

    WASIUL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.