Mabes Polri Periksa Eggi Soal Saracen dan Pencemaran Nama Baik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Pembela Ulama dan Aktivis yang diketuai Eggi Sudjana (kedua dari kanan) meminta penyidik melakukan gelar perkara. Jakarta, 1 Juni 2017. Tempo/Aditya Budiman.

    Tim Pembela Ulama dan Aktivis yang diketuai Eggi Sudjana (kedua dari kanan) meminta penyidik melakukan gelar perkara. Jakarta, 1 Juni 2017. Tempo/Aditya Budiman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Razman Nasution, mengatakan bahwa kliennya diperiksa oleh penyidik Mabes Polri untuk dua hal hari ini, 25 September 2017. Eggi diperiksa sehubungan dengan laporannya terhadap Jasriadi, pentolan kelompok Saracen yang disangka menyebar ujaran kebencian dan untuk mengetahui mengapa nama Eggi tercantum dalam struktur organisasi Saracen.

    "Kami sudah memprediksi ini dari awal," ujar Razman pada Senin, 25 September 2017 di Gedung Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurut Razman, seharusnya ada dua Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

    Baca:
    Eggy Sudjana Penuhi Panggilan Polisi soal Saracen
    Soal Saracen, Mabes Polri Akan Periksa Eggi Sudjana Hari Ini

    Namun, polisi minta untuk dua pemeriksaan sekaligus. Setelah berkoordinasi antara tim dengan Eggi, akhirnya Eggi bersedia. "Kami ingin membuktikan bahwa kami tidak ada masalah," kata Ramzan. Ia berharap jika kliennya tidak terbukti bersangkut paut dengan Saracen, polisi akan memberhentikan proses hukum kliennya atas kasus ini.

    Nama Eggi Sudjana dikaitkan dengan kelompok pembuat dan penyebar ujaran kebencian Saracen. Nama Eggi ditempatkan Jasriadi, tersangka kasus penyebar kebencian Saracen, sebagai dewan pembina kelompok Saracen.

    Baca juga:
    PT Pindad: Senjata Pesanan BIN Berbeda dengan Spesifikasi TNI
    Anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Bersekolah Lagi

    Namun, Eggi membantah. Ia diwakili Razman melaporkan Ketua Saracen Jasriadi dengan tuduhan menghina dan mencemarkan nama baik pada 28 Agustus 2017. Tak hanya Jasriadi, Razman juga melaporkan Ketua Bidang Hukum Sekretaris Nasional Jokowi Dedy Mawardi dan Sunny Tanuwidjaja dengan sangkaan mencemarkan nama baik dan fitnah melalui media sosial terhadap Eggi sehubungan dengan Saracen.


    ANDITA RAHMA

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.