Nobar Fim G30S PKI, Wiranto Tak Masalah Kalau Tidak Menonton

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Wiranto dan Dubes Rusia Bahas Terorisme Sampai Bulu Tangkis

    Pertemuan Wiranto dan Dubes Rusia Bahas Terorisme Sampai Bulu Tangkis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan pemutaran kembali dan ajakan menonton bersama film Pengkhianatan G30S/PKI oleh TNI sebenarnya tidak perlu diperdebatkan.

    Manurut Wiranto, hal ini wajar mengingat film itu berisi sejarah kelam bangsa yang sama seperti sejarah lain misalnya pemberontakan PRRI/Permesta atau DI/TII. "Kan itu ajakan dan anjuran. Mau nonton boleh, mau tidak juga tidak apa-apa," kata Wiranto di kantornya, pada Minggu, 24 September 2017.

    Baca juga: Setiap Tahun, Jajang C. Noer Tertekan karena Film G30S PKI

    Ajakan nonton bersama ini diinstruksikan oleh Panglima TNI, Gatot Nurmantyo kepada seluruh jajaranya. Dari pantauan Tempo, beberapa daerah di Jakarta, dengan difasilitasi dari Kodim dan Babinsa telah menyelenggarakan acara nonton bersama Film G30S PKI.

    Wiranto juga menjelaskan bahwa film tersebut merupakan rangkaian dari fakta sejarah yang sudah berlalu dan berlaku waktu itu. Maka, kata Wiranto, tidak mungkin kemudian memutar kembali arah jarum jam sejarah untuk membenarkan, atau menyalahkan atau mengubah fakta sejarah itu.

    Baca juga: Nobar Film G30S PKI, Sekjen PDIP: Kewenangan Panglima TNI

    Menurut Wiranto, sejarah dalam film itu juga merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Bahkan, kata Wiranto, film itu juga dapat dijadikan satu referensi, mengenai apa yang telah dilakukan Bangsa Indonesia di masa lalu.

    "Kita bisa mengambil manfaatnya hal yang baik dan membuang yang buruk untuk kita bisa menatap ke depan," ucap mantan Panglima ABRI di akhir era Orde Baru pada 1998 ini.

    Baca juga: Fadli Zon: Film G30S PKI buat Pembelajaran Sejarah Generasi Muda

    Oleh karena itu, menurut Wiranto, menonton film sejarah memang perlu bagi generasi-generasi berikutnya supaya bisa memahami sejarah bangsa Indonesia secara utuh. Ia juga menjelaskan bahwa tak perlu malu, marah, kecewa atau benci melihat sejarah masa lalu tersebut.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.