Isu 5.000 Senjata Ilegal, Ini Penjelasan Resmi TNI AU

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ibu Iriana Joko Widodo berfoto bersama sejumlah personil TNI AU dalam perayaan HUT TNI AU Ke-71 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, 9 April 2017. Presiden tidak dapat menghadiri peringatan ini karena sedang kunjungan kerja

    Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ibu Iriana Joko Widodo berfoto bersama sejumlah personil TNI AU dalam perayaan HUT TNI AU Ke-71 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, 9 April 2017. Presiden tidak dapat menghadiri peringatan ini karena sedang kunjungan kerja

    TEMPO.CO, Jakarta - Akun Twitter resmi TNI Angkatan Udara @_TNIAU ikut berkomentar soal pernyataan Panglima TNI Jenderal Gato Nurmantyo tentang adanya institusi yang melakukan impor 5.000 senjata secara ilegal.

    Namun sayangnya, cuitan akun @_TNIAU tersebut justru kian menyulut kontroversi. Merespon pertanyaan salah satu netizen, akun @_TNIAU menyebut bahwa “5ribu pucuk itu banyak loh, gimana cara ngumpetinnya. Dan apakah pernyataan Panglima itu memang benar? Karena dari @puspen_tni belum ada keterangan,” demikian cuitan yang diunggah pada Sabtu, 23 September 2017 kemarin.

    Baca juga: Tersebar Rekaman Panglima TNI Soal Pembelian 5.000 Senjata

    Walhasil, cuitan akun @_TNIAU malah menimbulkan beragam komentar dan tak sedikit pula yang mengecam dan bersikap nyinyir. Pasalnya, admin akun @_TNIAU TNI AU malah dianggap bertentangan dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

    Belakangan, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Madya Jemi Trisonjaya, memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun resmi Twitter @_TNIAU. Jemi menjelaskan bahwa TNI AU tidak membantah pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo.

    Baca juga: Jokowi Diminta Usut Isu Soal Pembelian 5.000 Senjata

    Dalam keterangan resmi yang diunggah di akun Twitter @_TNIAU, Minggu, 24 September 2017, terdapat delapan poin penjelasan dari Jemi selaku Kadispen TNI AU dan penanggung jawab akun @_TNIAU

    Saya selaku penanggung jawab Twitter TNI AU, perlu menjelaskan kepada seluruh masyrakat, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas “mention di twitter TNI AU” sehingga menimbulkan berbagai pendapat tentang TNI AU.

    Pernyataan admin yang berkaitan dengan pernyataan Panglima TNI tentang penyelundupan 5000 senjata tidak ada keterkaitan dengan substansi pernyataan dari beliau. Tetapi ingin mengajak masyarakat tidak mudah melemparkan HOAX, baik kepada atau mengatasnamakan perorangan maupun kelompok selama data-data atau faktanya belum ada.

    Sehubungan dengan beredarnya dugaan rekaman pernyataan Panglima TNI oleh radio Elshinta, admin TNI AU tidak menyanggah kebenaran isi pernyataan dari Panglima TNI selama itu memang benar pernyataannya dan mendapat ijin dari beliau atau Puspen TNI, karena Organisasi TNI jalur komandonya jelas dan tegas adalah tegak lurus, sehingga masyarakat jangan menginterpretasikan ke arah lain dari pernyataan airmin di Twitter.

    Sekali lagi admin TNI/Polri, kementerian dan lembaga saling bekerjasama memberikan informasi terkait apa saja untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

    Sehubungan dengan twitter TNI AU dalam mentionnya, seolah-olah menyanggah pernyataan Panglima TNI waktu silaturahmi dengan para purnawirawan TNI, saya katakan bahwa pernyataan Airmin/admin TNI AU menyanggah pernyataan Panglima TNI, itu tidak benar.

    Yang benar adalah Airmin/Admin TNI AU bersama dengan Admin yang lainnya, ingin mengajak masyarakat untuk jangan mudah percaya terhadap berita yang belum dikeluarkan secara resmi oleh pihak-pihak yang berwenang di dalam istitusinya.

    Apabila pernyataan yang disampaikan Panglima TNI seijinnya & dari puspen TNI, maka admin twitter TNI AU tidak akan memberikan pernyataan seperti yang ada di Twitter, tetapi akan mendukung pernyataan Panglima TNI tersebut.

    Demikian, penjelasan terkait twitter TNI AU, TNI solid, tidak akan terpecah belah demi menjaga Negara Kesatuan RI yang kita cintai.

    Baca juga: Komisi I DPR : Jangan Gegabah Sikapi Isu Pembelian 5.000 Senjata

    Baca Pernyataan soal dugaan pembelian 5.000 senjata ilegal itu diungkapkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menggelar pertemuan dengan sejumlah purnawirawan jenderal di Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta pada Jumat 22 September 2017 lalu.

    Pertemuan itu sendiri berlangsung tertutup untuk wartawan. Namun sehari kemudian, rekaman pernyataan Gatot soal pembelian 5.000 senjata ilegal oleh institusi pemerintah di luar TNI tersebar di sejumlah media sosial.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.