Arifin C Noer Tak Menyangka Film G30S PKI Disebut Film Propaganda

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga nonton bareng (nobar) pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI di Lapangan Hiraq Lhokseumawe, Aceh (23/9) malam. ANTARA FOTO

    Warga nonton bareng (nobar) pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI di Lapangan Hiraq Lhokseumawe, Aceh (23/9) malam. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis senior, Jajang C Noer, mengatakan suaminya, Arifin C Noer tidak menyangka film pengkhianatan G30S PKI akan dianggap menjadi film propaganda pemerintah orde baru. Arifin juga tak pernah menduga filmnya akan diputar setiap tanggal 30 September.

    "Bahkan dia tidak menyangka anak sekolah diwajibkan menonton ini," kata Jajang dalam diskusi film G30S PKI di Menteng, Jakarta, Sabtu, 23 September 2017.

    Baca : Arifin C Noer Pernah Kesulitan Cari Pemeran Film G30S PKI

    Arifin menyutradarai film Pengkhianatan G30S PKI saat berusia 43 tahun. Film tersebut menjadi karyanya yang ke-7 setelah film Djakarta 1966.

    Film G30S PKI yang disutradarai Arifin C Noer ini meraih penghargaan untuk skenario terbaik pada tahun 1984. Selain itu, film ini juga meraih Piala Antemas untuk film Indonesia terlaris tahun 1985. Di masa Orde Baru, film ini wajib diputar setiap tanggal 30 September untuk memperingati tragedi G30S PKI pada tahun 1965.

    Baca : Anak Nonton Film G30S PKI, KPAI: Orang Tua Mendampingi

    Jajang mengatakan Arifin membuat film Pengkhianatan G30S PKI atas dasar kecintaan kepada bangsa. Dia menuturkan, pada saat itu membuat film bertema sejarah merupakan hal yang berat, karena berhubungan dengan sulitnya riset dan data. "Data yang dipakai adalah data yang ada pada saat itu," kata dia.

    Menurut Jajang, pembuatan film ini atas dasar sejarah yang menunjukkan jenderal-jenderal disiksa oleh PKI. Namun, kata dia, Arifin sendiri tidak mempercayai manusia dapat sesadis itu. "Tapi karena data seperti itu, jadi dibuat berdarah-darah," ujarnya.

    Kritikus film, Salim Said mengatakan Arifin tidak melebih-lebihkan film G30S PKI yang dibuatnya. Dia mengatakan Arifin menggarap film dengan apa adanya dengan pandangan pada waktu itu. "Pada waktu itu adalah pandangan orde baru," kata dia.

    SYAFIUL HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.