Megawati Jadi Pembicara Kursus Politik Pancasila

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri memberikan sambutan saat pembukaan Festival Prestasi Indonesia di Jakarta, 21 Agustus 2017. Festival tersebut bertujuan untuk memberikan apresiasi atas karya-karya terbaik putra bangsa, dan menjadikannya sebagai su

    Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri memberikan sambutan saat pembukaan Festival Prestasi Indonesia di Jakarta, 21 Agustus 2017. Festival tersebut bertujuan untuk memberikan apresiasi atas karya-karya terbaik putra bangsa, dan menjadikannya sebagai su

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hari ini, Minggu, 24 September 2017, menggelar kursus Politik Pancasila di gedung Dewan Pengurus Pusat PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut.

    Selain Megawati, tokoh lain yang akan menjadi pembicara adalah Deputi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Haryono; Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta; dan Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas.

    Baca: Menjelang Pemilu 2019, Megawati Perintahkan Kader PDIP Bergerak

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan acara ini bagian dari tanggung jawab partai untuk membumikan Pancasila. "Tujuannya, agar peserta bisa memahami semangat Pancasila," katanya di gedung DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu.

    Hasto mengatakan acara kursus politik ini mengundang sejumlah kaum profesional, seperti Kamar Dagang Indonesia, Ikatan Bidan, dan Ikatan Dokter. Acara hari ini, kata dia, adalah untuk angkatan kedua. Acara untuk angkatan pertama, dia menambahkan, diikuti peserta dari kalangan wartawan.

    Dari pantauan di lokasi, acara ini dibuka Sekjen PDIP Hasto pukul 09.20. Sekitar 50 peserta telah bersiap mengikuti kegiatan yang berlangsung di lantai lima Gedung DPD PDIP tersebut. 

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.