Uang Suap ke Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Lewat CSR

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    EMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya modus baru dalam penyerahan uang suap kepada Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi.

    "Kami temukan modus operandi baru melalui CSR (Corporate Social Responsibility) kepada club sepak bola si daerah," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Sabtu, 23 September 2017.

    Baca: Wali Kota Cilegon Diduga Terima Suap terkait Pembangunan Mal

    Basaria mengatakan uang suap Rp 1,5 miliar dari PT Krakatau Industrial Estate Cilegon dan PT Brantas Abipraya itu ditransfer ke rekening Cilegon United Football Club dan tercatat sebagai sponsorship atau donasi.

    Menurut Basaria, uang tersebut ditransfer dua kali. Pertama, pada tanggal 19 September 2017 dari PT KIEC kepada rekening Cilegon United Football Club senilai Rp 700 juta. Transfer kedua dilakukan pada tanggal 23 September 2017 dari kontraktor PT BA kepada rekening Cilegon United Football Club senilai Rp 800 juta.

    Menurut Basaria, dari semua uang yang dikirimkan ada sebagian yang memang digunakan untuk kepentingan klub sepak bola.

    Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Cilegon sebagai Tersangka

    KPK menduga uang tersebut digunakan untuk memuluskan proses perizinan terkait rekomendasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan mal Transmart.

    KPK menetapkan Tubagus bersama kelima orang lainnya sebagai tersangka. Kelima tersangka lainnya di antaranya Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira serta pihak swasta bernama Hendry diduga sebagai pihak penerima.

    Sementara itu, para terduga pemberi melibatkan Project Manajer PT BA Bayu Dwinanto Utomo, Direktur Utama PT KIEC Tubagus Donny Sugihmukti, serta Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.