Jokowi Diminta Usut Isu Soal Pembelian 5.000 Senjata

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Retno Marsudi, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Supratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyaksikan secara langsung pemberangkatan bantuan kemanusiaan untuk Rohing

    Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Retno Marsudi, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Supratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyaksikan secara langsung pemberangkatan bantuan kemanusiaan untuk Rohing

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim khusus pencari fakta terkait dengan isu impor senjata ilegal. Apalagi, kata Dasco, ada pencatutan nama Presiden Jokowi di dalamnya.

    Ia berharap Jokowi menindaklanjuti isu tersebut dengan serius. "Kalau perlu ditindaklanjuti secara hukum. Karena isu itu bisa dikategorikan sangat high profile," kata Dasco dalam keterangannya yang diterima Tempo, Sabtu, 23 September 2017.

    Baca: Tersebar Rekaman Panglima TNI Soal Pembelian 5.000 Senjata

    Menurut Dasco, langkah hukum dalam kasus ini jelas diperlukan lantaran telah melanggar Pasal 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951. Dalam pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia senjata api akan dihukum mati atau kurungan seumur hidup dan minimal selama 20 tahun.

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya mengatakan ada lembaga negara di luar Kepolisian RI dan TNI yang melakukan impor senjata secara ilegal. Hal itu disampaikan Gatot dalam acara silaturahmi dengan para purnawirawan di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jumat, 22 September 2017.

    Rekaman pernyataan Panglima TNI itu menyebar. Gatot menyebutkan jumlahnya sekitar 5.000 pucuk senjata. Meski demikian, Gatot tak merinci siapa lembaga tersebut dan apa jenis senjata yang diimpor.

    Dasco juga menyoroti dugaan adanya keterlibatan para jenderal di balik kasus impor senjata ini. Ia juga meminta ketegasan Presiden Jokowi menghukum pihak-pihak tersebut jika memang hal ini nanti terbukti.

    "Mereka harus dihukum, baik dalam konteks hukum pidana umum maupun hukum kedinasan," kata Dasco, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

    Jika tidak segera diusut, kata dia, nanti akan membebani Presiden Jokowi sebagai penanggung jawab tertinggi pemerintahan. Ia juga berharap kasus ini tidak menguap begitu saja seiring berjalannya waktu, karena sebagai negara hukum seharusnya mampu menyelesaikan persoalan apa pun sesuai dengan hukum dan ketentuan perundang-undangan.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.