Sekjen PKB: Ini Persiapan untuk Pemilu 2004

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekjen DPP PKB Abdul Khaliq Ahmad mengatakan, Muktamar Luar Biasa PKB kubu Matori Abdul Djalil akan menjadi tonggak sejarah partai yang mengarah kepada Pemilu 2004. “Harapan kita, kita menjadi kristalisasi kekuatan potensi masyarakat untuk menjadi kekuatan partai meraih posisi-posisi strategis,” kata Khaliq kepada Tempo News Room saat ditemui di sela-sela pemandangan umum terhadap laporan pertanggungjawaban Matori Abdul Djalil sebagai ketua umum, di Hotel Borobudur, Senin (14/1) malam. Dalam waktu dekat, kata Khaliq, PKB kubu Matori segera membentuk institusi-institusi berbentuk kepanitian untuk pemillu, mulai dari pusat sampai daerah. Dalam pembentukannya, akan dilakukan pendekatan-pendekatan profesional. “Kita akan melibatkan pakar dan tenaga profesional untuk mengelolanya,” kata dia. Khaliq menyebutkan, pihaknya juga akan melakukan penggalangan kekuatan yang komprehensif terhadap kekuatan-kekuatan strategis di masyarakat. Tetapi dia menolak mengungkapkan lebih lanjut mengenai langkah-langkah partainya itu. Mengenai nama partai yang sama dengan PKB kubu Alwi Shihab, menurut Khaliq, itu tidak menjadi masalah. Karena pihaknya tetap mengacu pada aspek yuridis. “Yang sekarang masih tercatat dengan baik di Lembaran Negara adalah PKB pimpinan Matori Abdul Djalil, hasil Muktamar PKB yang sah,” kata dia. Khaliq menyatakan, usai MLB ini pihaknya akan segera memperbaharui pendaftaran partainya sehingga aspek legalitasnya menjadi jelas. Apabila PKB kubu Alwi Shihab melakukan hal yang sama, kata dia, itu harus ditolak. Kecuali, kalau kubu Alwi ingin menggunakan nama PKB harus disertai embel-embel di belakangnya. “Saya kira yang paling tepat adalah PKB Dekrit, karena mereka pihak yang berada di belakang keluarnya Dekrit Presiden,” ujar Khaliq beralasan. (Deddy Sinaga)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Barang Edhy Prabowo yang Disita dan Mereka yang Terseret OTT

    Sejumlah barang disita dalam operasi tangkap tangan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Total nilainya mencapai miliaran rupiah.