Bawaslu Provinsi Diharapkan Bisa Jaga Amanat Pengawasan Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Leicester City Islam Slimani melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool dalam putaran ketiga Piala Liga Inggris di King Power Stadium, Leicester, Inggris, 20 September 2017. REUTERS

    Pemain Leicester City Islam Slimani melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool dalam putaran ketiga Piala Liga Inggris di King Power Stadium, Leicester, Inggris, 20 September 2017. REUTERS

    Jakarta--Sebanyak 72 orang anggota Badan Pengawas Pemilu Provinsi masa bakti 2017-2022 dilantik pada Rabu, 20 September 2017. Ketua Bawaslu pusat, Abhan, berharap anggota Bawaslu Provinsi tersebut bisa menjaga amanat dalam kerja pengawasan pemilu.

    "Harapan kami, mudah-mudahan yang kami pilih adalah orang-orang yang bisa menjaga amanah pengawasan pemilu di 2018 dan 2019," kata Abhan seusai pelantikan yang berlangsung di Hotel Crowne Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 20 September 2017.

    Abhan mengatakan, tuga pengawasan kedepan akan sangat berat. Sebab, pada 2018 akan ada Pilkada serentak di 171 daerah. Selain itu, pada 2019 bakal ada pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden yang dilakukan serentak pertama untuk pertama kalinya.

    Menurut Abhan, para anggota Bawaslu Provinsi yang terpilih sudah melalui proses seleksi yang panjang sekitar tiga bulan. Sebenarnya ada 25 provinsi dengan 75 anggota Bawaslu Provinsi yang telah terpilih (masing-masing provinsi tiga orang). Namun yang dilantik hari ini hanya berasal dari 24 provinsi dengan 72 anggota. Sebab, ada satu Bawaslu Provinsi, yakni DKI Jakarta, yang baru akan habis masa baktinya pada 20 Oktober mendatang. "Karena itu untuk Bawaslu DKI akan kami lantik tersendiri," kata Abhan.

    Secara keseluruhan, Abhan mengatakan, kelembagaan Bawaslu sudah terbentuk di semua provinsi, serta di semua kabupaten/kota. Sementara untuk tingkat kecamatan sudah terbentuk sebagian.

    Untuk daerah yang ada pemilihan bupati/walikota/gubernur, panitia pengawas tingkat kecamatan hingga kini masih dalam prooses pembentukan. Begitu pun, untuk daerah yang hanya melakukan Pileg dan Pilpres, pembentukan panitia pengawas kecamata juga masih dilakukan.

    AMIRULLAH SUHADA

    Jakarta--Sebanyak 72 orang anggota Badan Pengawas Pemilu Provinsi masa bakti 2017-2022 dilantik pada Rabu, 20 September 2017. Ketua Bawaslu pusat, Abhan, berharap anggota Bawaslu Provinsi tersebut bisa menjaga amanat dalam kerja pengawasan pemilu.

    "Harapan kami, mudah-mudahan yang kami pilih adalah orang-orang yang bisa menjaga amanah pengawasan pemilu di 2018 dan 2019," kata Abhan seusai pelantikan yang berlangsung di Hotel Crowne Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 20 September 2017.

    Abhan mengatakan, tuga pengawasan kedepan akan sangat berat. Sebab, pada 2018 akan ada Pilkada serentak di 171 daerah. Selain itu, pada 2019 bakal ada pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden yang dilakukan serentak pertama untuk pertama kalinya.

    Menurut Abhan, para anggota Bawaslu Provinsi yang terpilih sudah melalui proses seleksi yang panjang sekitar tiga bulan. Sebenarnya ada 25 provinsi dengan 75 anggota Bawaslu Provinsi yang telah terpilih (masing-masing provinsi tiga orang). Namun yang dilantik hari ini hanya berasal dari 24 provinsi dengan 72 anggota. Sebab, ada satu Bawaslu Provinsi, yakni DKI Jakarta, yang baru akan habis masa baktinya pada 20 Oktober mendatang. "Karena itu untuk Bawaslu DKI akan kami lantik tersendiri," kata Abhan.

    Secara keseluruhan, Abhan mengatakan, kelembagaan Bawaslu sudah terbentuk di semua provinsi, serta di semua kabupaten/kota. Sementara untuk tingkat kecamatan sudah terbentuk sebagian.

    Untuk daerah yang ada pemilihan bupati/walikota/gubernur, panitia pengawas tingkat kecamatan hingga kini masih dalam prooses pembentukan. Begitu pun, untuk daerah yang hanya melakukan Pileg dan Pilpres, pembentukan panitia pengawas kecamata juga masih dilakukan.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.