Polri Bantah Ada Agen FBI di Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Pusat Biro Nasional (NCB-Interpol) Indonesia Brigjen Polisi Dadang Garnida membantah adanya dua agen FBI yang datang ke Solo, Jawa Tengah, untuk menyelidiki keberedaan jaringan teroris Al Qaeda di Indonesia. “Enggak ada,” ujarnya singkat. “Kalau wacana sih boleh saja,” kata dia usai menghadiri acara pelantikan Kapolda Maluku di Mabes Polri, Selasa (15/1). Terhadap wacana seperti itu, lanjut dia, pihaknya tengah mengecek kebenarannya. Oleh karena itu koordinasi dengan petugas di wilayah terus dilakukan. Menurut Dadang, Biro Investigasi Federal (FBI) tidak bisa begitu saja masuk wilayah Indonesia. Hal itu telah di konfirmasikan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta. Mereka membantah kedatangan dua agen FBI di Indonesia dan tidak ada perintah untuk itu. “Ada prosedur yang harus diikuti. Selain itu bila ada agen FBI yang dikirim ke Indonesia, pihak Atase Pertahanan atau security officer pasti akan memberitahu terlebih dulu,” katanya. Dadang membantah kemungkinan adanya aktivitas kelompok Islam radikal yang dinilai punya koneksi dengan jaringan Al Qaeda yang ada di Solo. Berdasarkan penyelidikan Interpol, kata dia, tidak ditemukan fakta tentang itu. Sebelumnya, harian New York Times dan Washington Post menyebutkan adanya jaringan Al Qaeda di Indonesia sehingga pemerintah AS menjadikan Indonesia sebagai target operasi terorisme. “Statement-statement seperti itu boleh saja,” tandasnya. Namun sejauh ini Interpol belum menemukannya. (Retno Sulistyowati-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.