Nasionalisme Dinilai Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pengamat menilai rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat luas hingga pemimpin bangsa sudah menurun. Sebanya karena aspek kebudayaan bangsa Indonesia lemah."Titik nasionalisme sekarang sudah dalam taraf membahayakan," ujar Melky Lakalemang, Ketua Institut Indonesia Muda dalam diskusi tentang Kebangkitan Nasional di Jakarta, Sabtu (19/5).Menurut Melky, banyak peristiwa yang melibatkan Indonesia tetapi ternyata Indonesia tidak mampu berperan banyak dan diremehkan. Dia pun mencontohkan kekalahan Indonesia dalam beberapa even olahraga yang tidak membangkitkan rasa kebangsaan dan juga beberapa peristiwa politik kasus Ambalat beberapa waktu lalu. Melky juga menyatakan menurunnya nasionalisme ini tak lepas dari peran Pemerintah yang tidak bisa berperan kuat dalam membentuk politik kebudayaan . Menurutnya beberapa negara punya politik kebudayaan dan peran negara yang kuat seperti Jepang dan Cina. "Mereka berhasil karena punya politik kebudayaan yang kuat," ujarnya.Melky berpendapat perlu formula dan konsep baru untuk membangkitkan nasionalisme tersebut disesuaikan dengan kondisi global sekarang ini. Menurut dia investasi dan kebijakan pemerintah jangan sampai mengganggu kepentingan nasionalisme. "Apapun itu harus mempunyai manfaat sosial yang besar bagi rakyat," ujarnya.Bekas Wakil Sekjen DPP PAN Bara Hasibuan juga menyatakan nasionalisme juga menurun. Saat ini rakyat Indonesia tidak mempunyai kebanggaan sebagai bangsa. Menurut dia semangat nasionalisme penting. Namun reformasi yang diharapkan bisa membangkitkan rasa nasionalisme juga belum bisa menghasilkan sesuatu yang riil. "Tidak hanya konsolidasi demokrasi, kebebasan politik tetapi tingkat kesejahteraan yang cukup, dan menciptakan lapangan kerja yang cukup pula," ujarnya.Seniman Sudjiwo Tedjo juga mengungkapkan pentingnya menggali budaya-budaya lokal bangsa Indonesia. Menurutnya item-item budaya lokal mulai dari makanan, musik dan lainnya. Dia setuju pemimpin bangsa harus memperkuat politik kebudayaan. Menurutnya, pemimpin yang lemah dalam suatu bangsa lebih membahayakan dalam kepemimpinannya.Dian Yuliastuti

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.