Kondisi Mata Novel Baswedan, Jubir KPK: Mulai Membaik

Reporter

Rabu, 14 Juni 2017 02:14 WIB

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah melakukan jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, 2 Juni 2017. KPK menetapkan anggota DPR fraksi partai Golkar Markus Nari sebagai tersangka atas kasus merintangi penyidikan pada kasus dugaan korupsi e-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyampaikan kondisi mata penyidik KPK Novel Baswedan mulai membaik menginjak hari ke 63 kesehatan. "Walaupun belum bisa melihat secara terang," kata Febri di gedung KPK, Selasa, 13 Juni 2017.

Menurut Febri, hari ke 63 pascaperawatan mata Novel masih terdapat persoalan serius, terutama di mata kiri Novel. Namun demikian, kata Febri, dokter akan mencari jalan alternatif untuk proses penyembuhan tersebut.

Baca: Teror Terhadap Novel Baswedan, KPK Berencana Bertemu Penyidik

Sementara, kondisi mata kanan Novel, terang Febri, pertumbuhannya cukup bagus, walaupun belum bisa melihat secara terang. Hal tersebut disebabkan masih ada membran plasenta yang melapisi mata Novel.

Dalam waktu sepekan kedepan, kata Febri, dokter akan mempertimbangkan untuk membuka membran mata sebelah kanan yang dilanjutkan dengan pengetesan pengelihatan dan tekanan mata.

"Kondisi membran mata Novel sebelah kanan saat dilakukan tes, pengelihatannya mulai baik, dan kondisi kornea stabil. Ini diungkapkan dokter rumah sakit Singapura tempat Novel dirawat," kata Febri.

Terkait koordinasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang ikut melakukan investigasi terhadap kasus Novel Baswedan, Febri mengatakan, KPK masih menunggu hasil investigasi Komnas HAM.

Baca: 57 Hari Kasus Novel Baswedan, Lenyapnya Sidik Jari Mencurigakan

Intinya, kata Febri, KPK masih menunggu rekomendasi, mengingat hal itu merupakan domain Komnas HAM. Mengingat, rekomendasi tidak hanya disampaikan kepada KPK, tapi juga kepolisian dan pihak lain. "Untuk rekomendasi yang diberikan kepada KPK akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan KPK," katanya.

Febri menambahkan, pada prinsipnya secara kelembagaan KPK tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian, mengingat kasus ini sudah menjadi konsen dari kepolisian melalui tim khusus atas perintah Presiden. "Besar harapan pelaku penganiayaan terhadap Novel bisa ditemukan," kata Febri.

ALBERT ADIOS GINTINGS | EKO ARI

Berita terkait

Nurul Ghufron Permasalahkan Masa Daluwarsa Kasusnya, Eks Penyidik KPK: Akal-akalan

38 menit lalu

Nurul Ghufron Permasalahkan Masa Daluwarsa Kasusnya, Eks Penyidik KPK: Akal-akalan

Eks penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, menilai Nurul Ghufron seharusnya berani hadir di sidang etik Dewas KPK jika merasa tak bersalah

Baca Selengkapnya

Dugaan Ekspor Nikel Ilegal sebanyak 5,3 Juta Ton ke Cina, KPK: Masih Cari Alat Bukti

2 jam lalu

Dugaan Ekspor Nikel Ilegal sebanyak 5,3 Juta Ton ke Cina, KPK: Masih Cari Alat Bukti

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengaku tidak mengetahui ihwal penyidik meminta Bea Cukai untuk paparan dugaan ekspor nikel ilegal ke Cina.

Baca Selengkapnya

Alexander Marwata Benarkan Pernyataan Nurul Ghufron Soal Diskusi Mutasi ASN di Kementan

10 jam lalu

Alexander Marwata Benarkan Pernyataan Nurul Ghufron Soal Diskusi Mutasi ASN di Kementan

Alexander Marwata mengaku membantu Nurul Ghufron untuk mencarikan nomor telepon pejabat Kementan.

Baca Selengkapnya

IM57+ Nilai Nurul Ghufron Panik

23 jam lalu

IM57+ Nilai Nurul Ghufron Panik

Nurul Ghufron dinilai panik karena mempermasalahkan prosedur penanganan perkara dugaan pelanggaran etiknya dan menyeret Alexander Marwata.

Baca Selengkapnya

KPK Bilang Kasus SYL Berpotensi Meluas ke TPPU, Apa Alasannya?

23 jam lalu

KPK Bilang Kasus SYL Berpotensi Meluas ke TPPU, Apa Alasannya?

Menurut KPK, keluarga SYL dapat dijerat dengan hukuman TPPU pasif jika dengan sengaja turut menikmati uang hasil kejahatan.

Baca Selengkapnya

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Mangkir tanpa Alasan, KPK: Praperadilan Tak Hentikan Penyidikan

1 hari lalu

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Mangkir tanpa Alasan, KPK: Praperadilan Tak Hentikan Penyidikan

KPK mengatakan, kuasa hukum Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor seharusnya berperan mendukung kelancaran proses hukum.

Baca Selengkapnya

Nurul Ghufron Sebut Nama Pimpinan KPK Lainnya Dalam Kasus Mutasi Pegawai Kementan

1 hari lalu

Nurul Ghufron Sebut Nama Pimpinan KPK Lainnya Dalam Kasus Mutasi Pegawai Kementan

Nurul Ghufron menyebut peran pimpinan KPK lainnya dalam kasus dugaan pelanggaran kode etik yang menjerat dirinya.

Baca Selengkapnya

Usai Tak Hadiri Sidang Etik Dewas KPK, Nurul Ghufron Bilang Gugatan ke PTUN Bentuk Pembelaan

1 hari lalu

Usai Tak Hadiri Sidang Etik Dewas KPK, Nurul Ghufron Bilang Gugatan ke PTUN Bentuk Pembelaan

Wakil KPK Nurul Ghufron menilai dirinya menggugat Dewas KPK ke PTUN Jakarta bukan bentuk perlawanan, melainkan pembelaan diri.

Baca Selengkapnya

Ini Alasan Nurul Ghufron Bantu Mutasi ASN Kementan ke Malang Jawa Timur

1 hari lalu

Ini Alasan Nurul Ghufron Bantu Mutasi ASN Kementan ke Malang Jawa Timur

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan perihal laporan dugaan pelanggaran etik yang ditujukan kepadanya soal mutasi ASN di Kementan.

Baca Selengkapnya

Tak Hadir Sidang Etik Dewas KPK, Nurul Ghufron Bilang Sengaja Minta Penundaan

1 hari lalu

Tak Hadir Sidang Etik Dewas KPK, Nurul Ghufron Bilang Sengaja Minta Penundaan

Nurul Ghufron mengatakan tak hadir dalam sidang etik Dewas KPK karena sengaja meminta penundaan sidang.

Baca Selengkapnya