Biaya Konggres Bahasa Jawa Rp 4,25 Miliar

Reporter

Editor

Rabu, 12 Juli 2006 12:05 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menganggarkan dana sebesar Rp 4,25 miliar untuk penyelenggaraan konggres bahasa Jawa. Alokasi dana itu telah dibahas dalam rapat perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Komisi E DPRD setempat menyetujui anggaran tersebut.Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Iqbal Wibisono mengatakan, sebenarnya panitia mengajukan anggaran sebesar Rp 5 miliar. “Tapi anggaran yang diajukan panitia itu dipotong Rp 750 juta untuk bantuan korban gempa di Jawa Tengah,” kata Iqbal pagi ini.Alokasi anggaran tersebut selanjutkan akan dibawa ke rapat paripurna panitia anggaran untuk disahkan. Menurut Iqbal, konggres bahasa Jawa sangat mendesak untuk digelar. “Ini dalam rangka untuk nguri-uri (merawat) bahasa Jawa,” katanya. Dia menambahlan, bahasa Jawa mulai tersisihkan oleh bahasa asing akibat derasnya arus globalisasi.Ketua panitia konggres, Soetadi, mengatakan pelaksanaan konggres pada pertengahan Oktober 2006 ini berangkat dari keprihatinan tiga wilayah provinsi yang memakai bahasa Jawa atas kemungkinan pudarnya bahasa tersebut. Ketiga provinsi itu adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Menurut Soetadi, setiap tahun selalu ada bahasa etnis yang hilang karena berhadapan dengan arus globalisasi. Pada 2001, ada 10 bahasa etnis di dunia yang hilang. Sedangkan pada tahun 2004 setidaknya ada 24 bahasa etnis yang juga hilang. Disisi lain, kata dia, bahasa Jawa ngoko di Suriname tetap bertahan selama lebih 90 tahun meski tanpa ada pembinaan.Rofiuddin

Berita terkait

Nadiem Makarim: Kalau Mau Meningkatkan Literasi Anak, Pilih Buku Paling Seru

26 Oktober 2023

Nadiem Makarim: Kalau Mau Meningkatkan Literasi Anak, Pilih Buku Paling Seru

Menteri Nadiem Makarim mengatakan upaya menciptakan literasi dini sangatlah penting, misalnya melalui perpustakaan sekolah.

Baca Selengkapnya

Kongres Bahasa Indonesia Ke-12 Resmi Dibuka, Jadi Forum untuk Menguatkan Makna Keindonesiaan

26 Oktober 2023

Kongres Bahasa Indonesia Ke-12 Resmi Dibuka, Jadi Forum untuk Menguatkan Makna Keindonesiaan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa resmi membuka helatan Kongres Bahasa Indonesia ke-12 tahun 2023.

Baca Selengkapnya

Kongres Bahasa Daerah Nusantara Pertama Digelar

2 Agustus 2016

Kongres Bahasa Daerah Nusantara Pertama Digelar

Indonesia memiliki 726 bahasa daerah. Sebanyak 139 bahasa daerah terancam punah dan 14 sudah punah. Data akan berubah karena penelitian belum rampung.

Baca Selengkapnya

Kongres Peradaban Diharapkan Lahirkan Kamus Aceh  

27 Juni 2015

Kongres Peradaban Diharapkan Lahirkan Kamus Aceh  

Diskusi terarah diikuti sekitar 50 peserta dari akademisi,


ahli bahasa, generasi muda, tokoh masyarakat, dan para
wakil

penutur bahasa lokal.

Baca Selengkapnya

50 Tokoh Bahas Bahasa Aceh di Jakarta  

26 Juni 2015

50 Tokoh Bahas Bahasa Aceh di Jakarta  

Persoalan-persoalan yang dibahas dalam diskusi akan menjadi bahan untuk merumuskan konsep Kongres Peradaban Aceh pada Oktober 2015.

Baca Selengkapnya

Bahasa Indonesia Didorong `Go International`  

31 Oktober 2013

Bahasa Indonesia Didorong `Go International`  

Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan semakin dimantapkan.

Baca Selengkapnya

Bahasa Indonesia Disiapkan Go Internasional

28 Oktober 2013

Bahasa Indonesia Disiapkan Go Internasional

Menteri Nuh mengatakan, bahasa Indonesia merupakan bahasa terbesar keempat di dunia.

Baca Selengkapnya

5 Negara Hadiri Kongres Bahasa Daerah di Makassar

2 Oktober 2012

5 Negara Hadiri Kongres Bahasa Daerah di Makassar

Jepang, Malaysia, Canada, Amerika Serikat dan Brunei Darusalam.

Baca Selengkapnya

700 Bahasa Daerah Punah  

11 September 2012

700 Bahasa Daerah Punah  

Daerah yang kehilangan bahasa lokalnya otomatis akan kehilangan identitas kesukuannya.

Baca Selengkapnya

Kongres Bahasa Jawa Diikuti Lima Negara  

23 November 2011

Kongres Bahasa Jawa Diikuti Lima Negara  

Peserta dari luar negeri yang dipastikan hadir di antaranya dari Malaysia, Belanda, Australia, serta Suriname.

Baca Selengkapnya