Bandung Siapkan Suplier Khusus Ayam dan Daging

Reporter

Selasa, 25 Agustus 2015 22:00 WIB

Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Aksi mogok berjualan yang telah dilakukan pedagang daging sapi dan ayam beberapa waktu lalu memicu kekhawatiran Pemerintah Kota Bandung terhadap ketahanan pangan warga. Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, pihaknya sulit mengontrol harga bahan pangan lantaran segala macam hasil tani dan ternak terlalu diatur oleh produsen dari luar daerah.

Untuk menyiasati kekhawatiran langkanya bahan pangan ketika terjadi kenaikan harga, Pemkot Bandung berencana mencari suplier bahan pangan di luar Kota Bandung. Suplier tersebut nantinya hanya mengisi kebutuhan khusus Kota Bandung.

"Kita sedang mempersiapkan sistem dimana nanti Kota Bandung punya suplier daging ayam sendiri, nanti MoU dengan petani beras, daging bebek, sapi dan sebagainya," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Selasa, 25 Agustus 2015.

Ridwan Kamil berharap, ketika terjadi fluktuasi di pasar bahan pangan, Kota Bandung tidak akan terlalu besar terimbas. "Dengan tidak stabilnya kondisi pangan, kami tidak ingin Kota Bandung nantinya terombang-ambing dinamika fluktuasi pasar yang tidak bisa kita kontrol," ujarnya.

Sistem kerjasama dengan produsen bahan pangan yang akan dilakukan Pemkot Bandung ini diharapkan pula bisa memotong jalur distribusi. "Sedang dipersiapakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sehingga kita tenang dan tidak ada lagi gejolak rutinitas (mogok jualan). Supaya tidak riweuh kita harus punya sistem kendali ketahanan pangan sendiri, terlihat sepele padahal sangat fundamental," ucapnya.

Untuk saat ini, Pemkot Bandung tengah memetakan kebutuhan pokok di Kota Bandung yang paling krusial. Bukan tidak mungkin Pemkot Bandung akan membeli lahan dan aset di luar kota demi terwujudnya sistem tersebut.

"Dari belasan kebutuhan pokok itu sumbernya dimana kita datangi supaya ada komitmen harganya langsung dari produsen. Kita kerjasama langsung ke peternak tidak dengan pemerintah," tandasnya.

PUTRA PRIMA PERDANA

Berita terkait

Braga Free Vehicle Akhir Pekan ini di Bandung, Begini Tata Tertib Pengunjung dan Lokasi Parkir

3 hari lalu

Braga Free Vehicle Akhir Pekan ini di Bandung, Begini Tata Tertib Pengunjung dan Lokasi Parkir

Pengunjung atau wisatawan di jalan legendaris di Kota Bandung itu hanya bisa berjalan kaki karena kendaraan dilarang melintas serta parkir.

Baca Selengkapnya

Rencana Jalan Braga Bandung Bebas Kendaraan saat Akhir Pekan Dibayangi Masalah

3 hari lalu

Rencana Jalan Braga Bandung Bebas Kendaraan saat Akhir Pekan Dibayangi Masalah

Pemerintah Kota Bandung ingin menghidupkan kembali Jalan Braga yang menjadi ikon kota sebagai tujuan wisata.

Baca Selengkapnya

Keunikan Stadion Siliwangi, Lokasi Konser Sheila on 7 di Bandung, Pernah jadi Markas Tim Sepak Bola Militer Belanda

11 hari lalu

Keunikan Stadion Siliwangi, Lokasi Konser Sheila on 7 di Bandung, Pernah jadi Markas Tim Sepak Bola Militer Belanda

Di Bandung, Sheila on 7 akan mangung di Stadion Siliwangi. Awalnya stadion itu bernama lapangan SPARTA, markas tim sepak bola militer Hindia Belanda.

Baca Selengkapnya

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Apartemen Jardin Bandung yang Kabur ke Jakarta

21 hari lalu

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Apartemen Jardin Bandung yang Kabur ke Jakarta

Seorang wanita ditemukan tewas di Apartemen Jardin, Kota Bandung, diduga dibunuh pelanggannya

Baca Selengkapnya

Rekomendasi 5 Tempat Wisata Air di Bandung untuk Menghabiskan Waktu Libur Lebaran

25 hari lalu

Rekomendasi 5 Tempat Wisata Air di Bandung untuk Menghabiskan Waktu Libur Lebaran

Salah satu aktivitas rekreasi yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga ketika masa libur lebaranadalah berenang.

Baca Selengkapnya

Penumpang Terminal Leuwipanjang Bandung Naik 20 Persen Selama Arus Mudik Lebaran

30 hari lalu

Penumpang Terminal Leuwipanjang Bandung Naik 20 Persen Selama Arus Mudik Lebaran

Kepala Terminal Leuwipanjang Kota Bdung Asep Hidayat mengatakan, kenaikan jumlah penumpang di arus mudik Lebaran terpantau sejak H-7.

Baca Selengkapnya

Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Bandung, Pakar ITB: Akibat Habitat Rusak dan Perburuan

56 hari lalu

Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Bandung, Pakar ITB: Akibat Habitat Rusak dan Perburuan

Pakar ITB menengarai kemunculan monyet ekor panjang di Bandung akibat kerusakan habitat asli. Populasi mamalia itu juga tergerus karena perburuan.

Baca Selengkapnya

Serba-serbi Monyet Ekor Panjang, Mengapa Bertindak Agresif ke Manusia?

4 Maret 2024

Serba-serbi Monyet Ekor Panjang, Mengapa Bertindak Agresif ke Manusia?

Macaca Fascicularis atau di Indonesia lebih dikenal monyet ekor panjang kerap bertindak agresif pada manusia, apa sebabnya?

Baca Selengkapnya

Kawanan Monyet Ekor Panjang Masuk Pemukiman Warga Kota Bandung, Pertanda Apa?

3 Maret 2024

Kawanan Monyet Ekor Panjang Masuk Pemukiman Warga Kota Bandung, Pertanda Apa?

Monyet turun gunung, termasuk monyet ekor panjang ini disebut-sebut menjadi pertanda akan terjadi suatu peristiwa, apa itu?

Baca Selengkapnya

4 Dugaan Sebab Monyet Berkeliaran di Kota Bandung Beberapa Hari Ini

29 Februari 2024

4 Dugaan Sebab Monyet Berkeliaran di Kota Bandung Beberapa Hari Ini

Sekelompok monyet ekor panjang berkeliaran di atap-atap rumah warga di Kota Bandung beberapa hari belakangan. Tanda bencana alam?

Baca Selengkapnya