Ditelepon Hun Sen, Jokowi Tegaskan Sikap soal Implementasi 5 Konsensus ASEAN

Reporter

Dewi Nurita

Editor

Amirullah

Sabtu, 22 Januari 2022 18:01 WIB

Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN ke-38 dan 39 secara dalam jaringan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa 26 Oktober 2021. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas/Handout

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima telepon dari Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen, kemarin. Dalam perbincangan tersebut, Jokowi menegaskan posisi Indonesia tak berubah ihwal pentingnya implementasi lima butir konsensus ASEAN untuk menyelesaikan masalah Myanmar.

"Pelaksanaan 5-Point Consensus seharusnya tidak digunakan untuk mendukung 5-Point Roadmap-nya Tatmadaw. Jangan sampai dikaitkan karena dapat dinilai sebagai bentuk dukungan ASEAN ke militer Myanmar," ujar Jokowi dikutip dari keterangan BPMI Sekretariat Presiden, Jumat, 21 Januari 2022.

Adapun lima poin konsensus, yakni; Pertama, kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya. Kedua, segera dimulai dialog konstruktif antara semua pihak terkait untuk mencari solusi damai demi kepentingan rakyat. Ketiga, utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre. Dan kelima, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu semua pihak terkait.

Jokowi menyayangkan sikap militer Myanmar yang tidak menunjukkan komitmen untuk melaksanakan lima butir konsensus pada kesempatan kunjungan PM Hun Sen ke Myanmar. Bahkan, di hari setelah kunjungan PM Hun Sen, Aung San Suu Kyi diberikan tambahan hukuman empat tahun.

"Dan juga kekerasan masih terus berlanjut di Myanmar. Hal tersebut merupakan gestur yang tidak baik dan justru tidak menghormati upaya PM Hun Sen untuk mendorong penyelesaian isu Myanmar," ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa otoritas militer Myanmar harus memberikan akses terhadap Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk dapat melakukan komunikasi segera dengan semua pihak di Myanmar. Komunikasi ini dinilai sangat penting untuk membuka jalan bagi sebuah dialog nasional yang inklusif.

"Saya khawatir, dengan pemberian label kepada NLD, NUG sebagai kelompok teroris, maka Utusan Khusus tidak akan diberikan akses bertemu mereka," tuturnya.

Lebih jauh, Indonesia juga tetap konsisten bahwa selama tidak ada kemajuan signifikan pelaksanaan lima poin konsensus, maka keputusan bahwa Myanmar hanya diwakili oleh non-political level di pertemuan-pertemuan ASEAN penting untuk dipertahankan. Prinsip ini juga berlaku bagi rencana pelaksanaan Retreat para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN dan juga untuk pertemuan-pertemuan lainnya.

Sementara itu, saat menanggapi usul PM Hun Sen tentang pembentukan Troika yang terdiri atas Menlu/Utusan Khusus Kamboja, Menlu Brunei dan Menlu Indonesia dan didukung Sekjen ASEAN untuk memonitor implementasi lima poin konsensus, Jokowi menyebut usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN.

Terakhir, Presiden Jokowi juga sepakat atas usulan pembentukan consultative meeting yang terdiri atas Utusan Khusus dan Sekjen ASEAN, AHA Center, otoritas Myanmar dan badan-badan PBB untuk mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa diskriminasi.

"Saya sepakat dengan PM Hun Sen bahwa bantuan kemanusiaan harus diberikan tanpa diskriminasi," ujar dia.

DEWI NURITA

Berita terkait

Momen Bunga Citra Lestari Wefie Bareng Presiden Jokowi Pinjam Ponsel Oki Lukman

1 jam lalu

Momen Bunga Citra Lestari Wefie Bareng Presiden Jokowi Pinjam Ponsel Oki Lukman

Bunga Citra Lestari menjadi salah satu tamu sekaligus pengisi acara Istana Berkebaya yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Selengkapnya

Kasus Rocky Gerung, Waketum Demokrat Ingatkan Simpatisan Jokowi Balas dengan Cara Cerdas

4 jam lalu

Kasus Rocky Gerung, Waketum Demokrat Ingatkan Simpatisan Jokowi Balas dengan Cara Cerdas

Waketum Demokrat Benny K. Harman menyebut Rocky Gerung tak lakukan penghinaan. Ia meminta simpatisan Jokowi balas kritik dengan cara yang cerdas.

Baca Selengkapnya

Kasus Rocky Gerung dan Ingatan saat SBY Melaporkan Zaenal Maarif ke Polda Metro Jaya

4 jam lalu

Kasus Rocky Gerung dan Ingatan saat SBY Melaporkan Zaenal Maarif ke Polda Metro Jaya

Meski berbeda kasus dengan Rocky Gerung, masyarakat seolah kembali diingatkan pada perkara Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif yang dinilai memfitnah SBY.

Baca Selengkapnya

Protes Soal RUU PPRT, Jala PRT Bawa Piring Hingga Pasir dan Batu Bata, Ini Maknanya

5 jam lalu

Protes Soal RUU PPRT, Jala PRT Bawa Piring Hingga Pasir dan Batu Bata, Ini Maknanya

Jala PRT menganalogikan kehidupan PRT dalam berbagai properti yang mereka bawa dalam konferensi pers memprotes RUU PPRT yang tak kunjung disahkan.

Baca Selengkapnya

Mengenal 5 Destinasi Wisata di Kamboja

5 jam lalu

Mengenal 5 Destinasi Wisata di Kamboja

Pamor negara Kamboja memang tidak sepopuler Thailand, akan tetapi sebenarnya banyak tempat wisata di Kamboja yang tak boleh dipandang sebelah mata.

Baca Selengkapnya

1.200 Personel Gabungan Jaga Acara Istana Berkebaya di Depan Istana Merdeka, Dibuka Jokowi

7 jam lalu

1.200 Personel Gabungan Jaga Acara Istana Berkebaya di Depan Istana Merdeka, Dibuka Jokowi

Kapolres Metro Jakpus memastikan tidak ada penutupan jalur yang melintas di depan Istana pada saat acara Istana Berkebaya.

Baca Selengkapnya

RUU PPRT Hampir Dua Dekade Mandek Tak Kunjung Disahkan, Jala PRT: Kalau Anak, Sudah Kuliah

7 jam lalu

RUU PPRT Hampir Dua Dekade Mandek Tak Kunjung Disahkan, Jala PRT: Kalau Anak, Sudah Kuliah

Jala PRT akan menggelar aksi mogok makan untuk mendesak DPR segera mengesahkan RUU PPRT yang telah mandek nyaris 20 tahun.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Buka Acara Istana Berkebaya Hari Ini

7 jam lalu

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Buka Acara Istana Berkebaya Hari Ini

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo membuka acara Istana Berkebaya yang merupakan bagian dari perayaan HUT RI ke-78.

Baca Selengkapnya

Sindikat Perdagangan Ginjal Ilegal Kamboja

10 jam lalu

Sindikat Perdagangan Ginjal Ilegal Kamboja

Tempo membahas problem mendasar dalam layanan kesehatan ini seraya mengungkap jaringan perdagangan ginjal hingga ke Kamboja.

Baca Selengkapnya

PDIP Akan Laporkan Kader HMI ke Polisi, Imbas Aksi Bakar Bendera dalam Demonstrasi Bela Rocky Gerung

11 jam lalu

PDIP Akan Laporkan Kader HMI ke Polisi, Imbas Aksi Bakar Bendera dalam Demonstrasi Bela Rocky Gerung

Kader HMI yang membakar bendera PDIP akan dilaporkan ke polisi oleh partai banteng.

Baca Selengkapnya