Minggu, 23 Januari 2022

Kisah Tombolotutu, Pejuang Sulawesi Tengah Melawan Belanda

Reporter:

Tempo.co

Editor:

Nurhadi

Selasa, 2 November 2021 17:07 WIB

Dinas penanganan prasaran dan sarana umum kelurahan CIlandak Barat membuat mural tokoh Pahlawan Nasional dijalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan 19 Mei 2018. Kelurahan Cilandak memeriahkan pagelaran event terbesar Asian Games 2018 dengan mengedepankan tema Pahlawan nasional. Tempo/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh bangsa pada 10 November 2021. Di antara empat tokoh tersebut, nama Tombolotutu menjadi yang paling istimewa di mata warga Sulawesi Selatan, terutama di mata keluarga Tombolotutu. Sebab nama Tombolotutu telah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional sejak 1990-an.

Dilansir dari Antara, keluarga Tombolotutu mengadakan syukuran untuk merayakan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Tombolotutu. Bupati Parigi Moutong, Syamsudin Tombolotutu, mengungkapkan bahwa perjuangan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional bukanlah perjuangan yang mudah.

“Sejak mulai mengusulkan hingga Tombolotutu masuk dalam salah satu daftar Pahlawan Nasional, butuh waktu yang panjang dan ini menjadi satu kebanggaan kami,” ungkap Syamsudin Tombolotutu seperti dikutip dari antaranews.com, 31 Oktober 2021.

Banyak upaya yang telah ditempuh untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional Tombolotutu. Salah satunya terjadi ketika Universitas Tadulako bekerja sama dengan Kabupaten Parigi Moutong untuk meneliti perjuangan Tombolotutu dalam berjuang melawan penjajahan Belanda.

Penelitian yang dimulai 2017 tersebut akhirnya menghasilkan sebuah buku bertajuk "Bara Perlawanan di Teluk Tomini, Perjuangan Tombolotutu melawan Belanda". Kehadiran buku tersebut membuat diskusi dan upaya pengangkatan Tombolotutu untuk menjadi Pahlawan Nasional semakin intensif.

Buku tersebut menemukan suatu fakta mengenai perjuangan heroik Tombolotutu dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Salah satunya adalah kisah mengenai perlawanan Tombolotutu terhadap pasukan Belanda di Teluk Tomini.

Pasukan Belanda yang berhadapan dengan Tombolotutu bukanlah pasukan biasa, melainkan pasukan marsose, yaitu pasukan elite Belanda yang sebelumnya pernah diturunkan dalam Perang Diponegoro dan Perang Aceh. Tombolotutu berhadapan dengan 170 pasukan marsose sekaligus. Namun, Tombolotutu pada akhirnya mampu menahan serangan pasukan marsose.

"Kita sudah bisa membayangkan bagaimana kekuatan Tombolotutu saat itu, meski dengan pasukan Marsose, Belanda tidak pernah berhasil menumpas Tombolotutu. Ini data sejarah. Karena itu menurut saya Tombolotutu layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional,” ungkap Taswin Borman, Tokoh Masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.

BANGKIT ADHI WIGUNA

Baca juga: Profil 4 Tokoh yang Bakal Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.