Selasa, 30 November 2021

Golkar Sebut Pasang Baliho Airlangga Hartarto Sudah Direncanakan Sebelum Covid-19

Reporter:

Friski Riana

Editor:

Syailendra Persada

Senin, 9 Agustus 2021 12:17 WIB

Iklan tokoh politik bertebaran di jalan-jalan utama Kota Bogor, dengan penulisan Angka 2024. Mereka menapik, pemasangan iklan itu merupakan agenda kampanye mereka di tengah situasi dan rakyat kesusahan karena pandemi. Bogor, Ahad 1 Agustus 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Golkar Maman Abdurrahman mengatakan pemasangan baliho bergambar Airlangga Hartarto sudah direncanakan jauh hari.

“Dipersiapkan jauh hari sebelum Covid-19 di mana agendanya adalah di tahun 2021 ini,” kata Maman dalam keterangannya, Senin, 9 Agustus 2021.

Maman mengatakan, dalam baliho juga dituliskan “Kerja Untuk Indonesia” yang bermakna untuk mengajak semuanya bekerja bersama bahu membahu untuk Indonesia.

Advertising
Advertising

Anggaran pemasangan baliho tersebut, kata Maman, merupakan hasil urunan para kader. Sebab, Golkar di era Airlangga telah membangun kultur baru yang tidak membebani kader-kadernya. Seperti meniadakan politik mahar dalam pilkada, dan politik transaksional jabatan di internal partai.

“Alhamdulilah sudah tidak ada. Insya Allah Kami semua siap untuk membangun partai ini dengan prinsip keesetiakawanan yang tertuang di dalam Doktrin Panca Bhakti Partai Golkar di mana salah satunya adalah pemasangan billboard sekarang ini,” ujarnya.

Selain itu, Maman juga meminta agar pemasangan baliho di tengah pandemi tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, kata dia, Airlangga sudah memerintahkan kader di seluruh Indonesia untuk turun langsung berjuang meringankan beban masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa partainya telah membuat Yellow Klinik, bagi-bagi sembako, sumbangan obat-obatan hingga mengerahkan anggota fraksi untuk melakukan refokusing anggaran. “Agar anggaran di daerah-daerah dialokasikan untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya soal pemasangan baliho Airlangga Hartarto.

Baca juga: Ernest Prakasa Sampai Sudjiwo Tejo Sindir Tokoh Parpol yang Pasang Baliho