Kasus Kematian Hendri Bakari, Keluarga Lapor ke Propam dan Komnas HAM

Reporter

Andita Rahma

Minggu, 6 September 2020 07:02 WIB

Komisioner Pendidikan & Penyuluhan Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kedua kiri belakang) menerima pengaduan dari perwakilan Forum Lintas Paguyuban se Papua di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Hendri Alfred Bakari dengan didampingi oleh tim advokasi mengadukan dugaan penyiksaan yang dialami almarhum Hendri ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri dan Komnas HAM. Hendri diduga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh personel Kepolisian Resor Barelang.

Salah satu perwakilan tim, Andi Muhammad, mengatakan pelaporan tersebut dilakukan pada 3 September 2020. "Kami adukan setidaknya tujuh anggota Polres Barelang dari kesatuan narkotika yang diduga telah melakukan pelanggaran karena melakukan penyiksaan, penangkapan, dan penahanan secara sewenang-wenang," ucap dia saat dihubungi pada Sabtu, 5 September 2020.

Andi berharap, Divisi Propam Polri dapat melakukan pemeriksaan secara obyektif dan tuntas terhadap terduga tujuh anggota tersebut. Ia juga meminta agar ketujuh personel diberikan hukuman apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Selain ke Div Propam, tim advokasi juga mengajukan pengaduan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada 4 September perihal adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia berupa penyiksaan dan abuse of process. "Hal ini merupakan bentuk pelanggaran yang serius, padahal hak untuk tidak disiksa merupakan hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun," kata Andi.

Keluarga, ucap dia, berharap Komnas HAM dapat melakukan tugas berdasarkan fungsinya, yaitu melakukan pemantauan dengan cara melakukan peninjauan di tempat kejadian, penyelidikan dan pemeriksaan terhadap dugaan peristiwa penyiksaan yang berujung pada kematian.

Hendri Bakari adalah seorang tahanan yang tewas di penjara Polres Barelang, Batam. Hendri awalnya dijemput polisi pada 6 Agustus 2020 dengan tuduhan kepemilikan narkoba. Menurut pihak keluarga, polisi tak menunjukkan surat penahanan.

Selang dua hari kemudian, keluarga baru diizinkan menjenguk Hendri. Saat itulah, pihak keluarga menerima kabar bahwa Hendri sudah meninggal. Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, keluarga mendapati jenazah Hendri sudah terbungkus plastik dan memar di sekujur tubuh. Keluarga menuding Hendri meninggal karena disiksa.

ANDITA RAHMA


Berita terkait

Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

9 jam lalu

Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

Top 3 Metro hari ini dimulai dari berita Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana yang membantah pernyataan Hotman Paris Hutapea.

Baca Selengkapnya

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

12 jam lalu

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.

Baca Selengkapnya

Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

13 jam lalu

Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

Kejaksaan Tinggi DKI telah menerima kembali berkas perkara Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba. Akan diteliti kembali oleh tim jaksa.

Baca Selengkapnya

Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

LPSK masih menelaah berkas permohonan justice collaborator dari AKBP Doddy Prawiranegara dalam kasus sabu Teddy Minahasa.

Baca Selengkapnya

Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

Pengacara Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba menyatakan barang bukti narkoba yang diklaim Teddy Minahasa masih utuh tak ada kaitan dengan kasus.

Baca Selengkapnya

Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

1 hari lalu

Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

Ada perbedaan versi posisi lima kilogram sabu kasus Teddy Minahasa. Dody Prawiranegara punya versi penjelasan sendiri.

Baca Selengkapnya

Hanya Bercanda Minta Dody Jual Sabu Sitaan 5 Kg, Pengacara: Teddy Minahasa Mengada-ada

1 hari lalu

Hanya Bercanda Minta Dody Jual Sabu Sitaan 5 Kg, Pengacara: Teddy Minahasa Mengada-ada

Pengacara Dody Prawiranegara menilai Irjen Teddy Minahasa mengada-ada menyebut dirinya bercanda saat minta sisihkan sabu 5 Kg untuk dijual.

Baca Selengkapnya

Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

Pengacara mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba, heran soal alasan pencabutan BAP Irjen Teddy Minahasa.

Baca Selengkapnya

Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

1 hari lalu

Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

Dody Prawiranegara tetap menyatakan bahwa Irjen Teddy Minahasa telah memerintahkan untuk menyisihkan dan menjual sabu 5 kg hasil tangkapan.

Baca Selengkapnya

Polisi Filipina Dihukum Seumur Hidup, Rekayasa Bukti dan Bunuh Terduga Pemakai Narkoba

2 hari lalu

Polisi Filipina Dihukum Seumur Hidup, Rekayasa Bukti dan Bunuh Terduga Pemakai Narkoba

Pengadilan Filipina menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada polisi karena menyiksa dan merekayasa bukti pada korban perang narkoba Duterte

Baca Selengkapnya