Terdakwa Suap BPK Ingin Ditahan di Lapas Pondok Rajeg

Kamis, 19 Oktober 2017 10:14 WIB

Terdakwa kasus suap auditor Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Sugito (depan kiri) dan Jarot Budi Prabowo (belakang kiri) meninggalkan ruang sidang seusai menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 16 Agustus 2017. JPU KPK mendakwa Sugito dan Jarot menyuap auditor BPK, Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli, sejumlah Rp250 juta. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus pemberian suap terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sugito dan Jarot Budi Prabowo, membacakan pleidoi dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Rabu, 18 Oktober 2017. Dua mantan pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tersebut kompak menyinggung soal keluarga dalam pembelaannya.

Sugito diberi kesempatan pertama menyampaikan pleidoi di hadapan ketua majelis hakim, Diah Siti Basariah. Ia sempat menangis tatkala membaca sepenggal kalimat dalam berkas pleidoinya. "Izinkan saya menyampaikan kerinduan saya kepada anak-istri. Saya sampai sekarang bahkan belum memberi tahu kepada anak saya yang masih SMP bahwa saya ditahan KPK," kata Sugito sambil terisak di ruang persidangan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Baca: Terdakwa Suap BPK, Sugito Mengaku Ditekan Choirul Anam

Inspektur Jenderal Kementerian Desa Sugito dan bawahannya, Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Kementerian Desa Jarot Budi Prabowo, didakwa memberi suap kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli. Uang diberikan agar BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) pada laporan keuangan Kementerian Desar tahun 2016.

Dalam persidangan pekan lalu, Sugito dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan Jarot dituntut 2 tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsider 6 bulan.

Baca: Kasus Suap BPK, KPK Perpanjang Penahanan 2 Auditor BPK

Sugito berterima kasih kepada majelis hakim yang telah memberikannya waktu membacakan pembelaan diri. Ia berharap bisa ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, agar bisa berada dekat dengan keluarganya. "Saya sudah tak dapat penghasilan. Kalau lapas di luar, tentu akan mengeluarkan biaya transportasi yang memberatkan keluarga saya," ujarnya.

Jarot diberikan kesempatan berbicara setelah Sugito. Dia ikut menyinggung keluarga dan ibunya sendiri. "Peristiwa operasi tangkap tangan ini saya jadikan pelajaran. Saya tebus, terutama untuk istri dan dua anak saya. Saya juga minta maaf kepada ibu tercinta yang sedang terbaring sakit," katanya.

Jarot berharap nota pembelaan pribadinya tersebut dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim untuk memutus perkara suap BPK ini secara adil. Seperti atasannya, Sugito, Jarot juga berharap ditempatkan di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong. "Karena dekat dengan keluarga saya yang tinggal di Sukmajaya, Depok. Saya sudah tidak berpenghasilan sehingga akan memberatkan mereka (keluarga) jika saya ditempatkan di lokasi yang jauh," tuturnya.

Berita terkait

Gelar Profesor Kehormatan Anggota BPK Pius Lustrilanang Diusulkan Dicabut

16 November 2023

Gelar Profesor Kehormatan Anggota BPK Pius Lustrilanang Diusulkan Dicabut

Dosen Universitas Jenderal Soedirman Teuku Junaidi mengusulkan agar gelar profesor kehormatan Pius Lustrilanang dicabut jika terbukti terlibat korupsi

Baca Selengkapnya

Kasasi Ade Yasin Ditolak, KPK Sebut Bukti Bukan Kriminalisasi dan Politis

10 Maret 2023

Kasasi Ade Yasin Ditolak, KPK Sebut Bukti Bukan Kriminalisasi dan Politis

KPK akan segera mengeksekusi putusan MA terhadap Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin tersebut karena sudah inkracht.

Baca Selengkapnya

Kuasa Hukum Ade Yasin Sebut Bupati Bogor Nonaktif Itu Korban Konspirasi

19 September 2022

Kuasa Hukum Ade Yasin Sebut Bupati Bogor Nonaktif Itu Korban Konspirasi

Penasehat hukum Ade Yasin minta hakim memerintahkan KPK mengembalikan barang bukti berupa ponsel, dan satu amplop berisi uang 2.770 dolar AS.

Baca Selengkapnya

Sidang Pleidoi Suap BPK, Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Menangis Minta Dibebaskan

19 September 2022

Sidang Pleidoi Suap BPK, Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Menangis Minta Dibebaskan

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin mengikuti sidang secara online dari Rutan Perempuan Kelas IIA Bandung.

Baca Selengkapnya

Menjelang Sidang Pleidoi Ade Yasin, MUI 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Gelar Istighosah

18 September 2022

Menjelang Sidang Pleidoi Ade Yasin, MUI 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Gelar Istighosah

Istighosah serentak mendoakan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin itu diadakan di 40 kecamatan selama 4 hari berturut-turut.

Baca Selengkapnya

Saksi Sebut Ade Yasin Gelar Rapat Soal Suap Untuk BPK, Ini Reaksi Kuasa Hukum

3 Agustus 2022

Saksi Sebut Ade Yasin Gelar Rapat Soal Suap Untuk BPK, Ini Reaksi Kuasa Hukum

Salah satu ASN Kabupaten Bogor mengaku hadir dalam rapat pengkondisian pemberian suap terhadap pegawai BPK yang dipimpin oleh Ade Yasin.

Baca Selengkapnya

Eksepsi Ade Yasin Ditolak, Kabupaten Bogor Terima Opini WDP Atas Laporan Keuangan 2021

2 Agustus 2022

Eksepsi Ade Yasin Ditolak, Kabupaten Bogor Terima Opini WDP Atas Laporan Keuangan 2021

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin terjerat kasus dugaan suap BPK karena ingin memperbaiki opini atas laporan keuangan Kabupaten Bogor Tahun 2021.

Baca Selengkapnya

Ade Yasin Optimistis Bisa Buktikan Tak Terlibat Suap Auditor BPK

1 Agustus 2022

Ade Yasin Optimistis Bisa Buktikan Tak Terlibat Suap Auditor BPK

Dinalara juga mengaku heran karena KPK melakukan penjemputan Ade Yasin sebagai saksi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca Selengkapnya

Menjelang Sidang Putusan Sela Ade Yasin Hari Ini, Ulama Kabupaten Bogor Gelar Doa Bersama

1 Agustus 2022

Menjelang Sidang Putusan Sela Ade Yasin Hari Ini, Ulama Kabupaten Bogor Gelar Doa Bersama

Para ulama kompak menggelar doa bersama di berbagai wilayah Kabupaten Bogor bagi Ade Yasin, yang terjerat kasus dugaan suap BPK.

Baca Selengkapnya

Sidang Eksepsi, Kuasa Hukum: KPK Seret Ade Yasin Tanpa Bukti

20 Juli 2022

Sidang Eksepsi, Kuasa Hukum: KPK Seret Ade Yasin Tanpa Bukti

Kuasa hukum Ade Yasin mengatakan, KPK menyeret kliennya ke kasus suap BPK perwakilan Jawab Barat tanpa melengkapi alat bukti.

Baca Selengkapnya